PM China Li Qiang Disambut Hangat di Jakarta, Bukti Eratnya Poros Baru Indonesia-Tiongkok

banner 468x60

RADAR JAKARTA|Jakarta – Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang resmi tiba di Jakarta, Sabtu (24/5), dalam lawatan bersejarah yang menandai babak baru hubungan strategis Indonesia dan Tiongkok. Kunjungan ini merupakan balasan atas kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Beijing pada November 2024 lalu, yang kala itu menghasilkan sejumlah kesepakatan penting di bidang ekonomi dan politik luar negeri.

Li Qiang mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma sekitar pukul 15.30 WIB dan disambut langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. Suasana penyambutan berlangsung meriah dengan kehadiran pasukan kehormatan dan para pejabat tinggi negara.

“Kunjungan ini bukan sekadar diplomasi, ini adalah sinyal kuat bahwa Tiongkok siap memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia,” ujar Rosan. Ia menambahkan, Li Qiang datang bersama rombongan pengusaha besar yang berpotensi membuka peluang investasi baru di berbagai sektor, mulai dari industri hijau, kesehatan, hingga pariwisata.

Dalam jadwalnya selama tiga hari (24–26 Mei 2025), PM Li Qiang dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo, menghadiri forum bisnis bilateral, serta menggelar pertemuan dengan pimpinan DPR-RI. Puncaknya adalah Indonesia-China Business Reception 2025 yang digelar Sabtu malam, mempertemukan 100 pengusaha terkemuka dari kedua negara dalam satu gala dinner eksklusif yang digagas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Presiden Prabowo turut hadir dalam forum bisnis tersebut dan menyampaikan sambutan strategis di hadapan para pelaku usaha. “Inilah saatnya kita membangun poros ekonomi baru yang lebih setara dan saling menguntungkan,” tegas Prabowo.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Roliansyah Soemirat, menyebut kunjungan ini sebagai momen strategis untuk mempercepat penyelesaian berbagai nota kesepahaman (MoU) yang tengah difinalisasi. “Kerja sama dalam bidang kesehatan, pariwisata, dan ekspor akan menjadi prioritas. Kita ingin hasil konkret,” kata Roy dalam konferensi pers Rabu lalu.

Tiongkok sendiri telah menjadi investor asing terbesar kedua di Indonesia. Namun menurut Rosan, jika investasi dari Hong Kong digabungkan, Tiongkok sebenarnya sudah menjadi penyumbang investasi asing terbesar.

Kedatangan PM Li Qiang dipandang sebagai bukti nyata semakin menguatnya poros Jakarta-Beijing. Sebuah langkah besar yang tidak hanya menyangkut kerja sama ekonomi, tetapi juga menegaskan posisi strategis Indonesia di kancah geopolitik Asia.

Dari Forum Bisnis hingga Diplomasi Ekspor, Tiongkok dan Indonesia Kini Melangkah Seiring Lebih Dekat dari Sebelumnya. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.