RADAR JAKARTA|Tulungagung – Suasana berbeda menyelimuti Lapas Kelas IIB Tulungagung! Bukan karena razia atau keributan, tapi karena kegiatan tak biasa: para narapidana diajak ikut seminar “kelas mental” bareng dosen dan mahasiswa kampus negeri!
Dalam kolaborasi mengejutkan, Lapas Tulungagung menggandeng Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU) untuk menggelar Seminar Psikoedukasi bertema “Pengaruh Psikoedukasi Berbasis Resiliensi terhadap Tingkat Stres”. Bertempat di Aula R. Moestopo, seminar ini sukses menyita perhatian bukan hanya di dalam lapas, tapi juga dunia maya!
Yang Bikin Heboh: Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terlihat khusyuk mendengarkan paparan dari Muthia Maharani, M.Psi., Psikolog, dosen UIN SATU, yang menekankan pentingnya resiliensi—kemampuan untuk bangkit dari tekanan hidup, termasuk dari balik jeruji besi. “Resiliensi itu bisa dilatih. Kami ingin mereka tidak sekadar bertahan hidup, tapi juga berkembang secara emosional,” ujar Muthia dengan penuh semangat.
Para mahasiswa psikologi pun ikut terjun langsung sebagai fasilitator. Sebuah pemandangan langka: mahasiswa, psikolog, dan narapidana duduk bersama membahas cara mengatasi stres dan trauma!
Kalapas Tulungagung, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, tak menutupi antusiasmenya. “Ini bukan sekadar kegiatan. Ini adalah investasi jangka panjang dalam membangun ketahanan mental mereka. Kami ingin saat mereka bebas nanti, mereka bukan lagi beban masyarakat, tapi justru jadi pribadi yang lebih kuat.”
Viral di Medsos! Unggahan tentang seminar ini langsung viral.
> “Luar biasa! Ini baru pembinaan yang manusiawi.” – @mindpositive
“Dosen masuk lapas, ngajarin tahanan cara bahagia. Sementara kita di luar aja stres mikirin cicilan!” – @kaumrebahan
“Gue aja belum pernah diajarin resiliensi waktu kuliah, ini napi malah dapet kelas psikologi!” – @ironicstudent
Sebagian publik menilai program ini sebagai angin segar dalam dunia pemasyarakatan.
Meski begitu, satu hal jelas: seminar ini membuka mata publik bahwa pembinaan di lapas tak melulu soal hukuman, tapi juga soal kesempatan kedua.|Eva*
Warga Binaan Lapas Tulungagung Dapat ‘Kelas Anti-Stres’ dari Kampus










