Evolusi Terbalik: Fransiscus Eko Ledakkan Kritik Sosial Lewat Single Rock Metal

banner 468x60

RADAR JAKARTA|Jakarta – Fransiscus Eko, jurnalis sekaligus produser musik yang dikenal menangani nama-nama seperti Sigit Wardana, Rocker Kasarunk, dan Gracia Says, merilis sebuah karya musik penuh ledakan kritik sosial berjudul “Evolusi” pada 21 April 2025. Bukan sekadar lagu, “Evolusi” adalah teriakan lantang soal kerakusan dan kemunduran moral manusia dalam balutan musik rock/metal bertenaga.

Ditulis sejak tahun 2000 bersama mendiang sahabatnya, Petrus Arema, lagu ini semula hanya menjadi arsip pribadi. “Waktu itu gua simpen aja karena nggak cocok sama konsep band Drama, tempat gua main dulu. Tapi sekarang, temanya malah terasa makin relevan,” jelas Eko.

Dengan irama cepat dan vokal scream-growl yang intens, “Evolusi” menggambarkan kegelisahan terhadap kondisi dunia yang dinilai justru bertolak belakang dari teori Darwin.
“Harusnya manusia berevolusi dari kera jadi lebih baik, tapi sekarang gua liat malah kayak berbalik. Makin rakus, makin jahat, makin tidak berperikemanusiaan,” tegasnya.

Lagu ini juga menjadi penghormatan bagi Petrus, musisi metal asal Malang yang turut menciptakan riff gitar utama lagu tersebut. Petrus sendiri dikenal sebagai eks bassis band legendaris Malang, Balance, dan bagian dari skena rock nasional sejak era Festival Rock Log Zhelebour.

Selain Eko dan Petrus, proses produksi “Evolusi” juga melibatkan Christian “Ian” Wibisono, drummer yang kini aktif bersama Rocker Kasarunk. Ian tak hanya mengisi drum dan bagian growl, tetapi juga menangani mixing, mastering, hingga desain artwork single ini.

“Evolusi” dirilis melalui Cadaazz Pustaka Musik dan menjadi pembuka dari rencana Fransiscus Eko merilis EP atau LP bergenre modern rock. Lagu ini kemungkinan akan hadir sebagai bonus track dalam album tersebut.

Menariknya, Eko mengaku ingin mengajak kembali para eks personel band Drama seperti Coki “NTRL” Bollemeyer, bahkan tak menutup kemungkinan menggandeng putranya sendiri, Patrick Lesmana, gitaris muda yang sudah merilis album instrumental “Yabai” di 2022.
“Kalau bisa pakai anak sendiri, ya lebih irit dong! Haha,” tutup Eko sambil tertawa. | Rully*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.