Persepi Panggil LSI-Poltracking Indonesia, Terkait Hasil Survei Pilkada Jakarta yang Berbeda Jauh

banner 468x60

Radarjakarta.id | JAKARTA – Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) berencana memanggil Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Poltracking Indonesia terkait hasil surveinya soal elektabilitas masing-masing calon di Pilkada DKI Jakarta 2024 yang dirilis kedua lembaga tersebut pada pekan ini

Seperti diketahui, meski dilakukan pada periode yang sama, riset dua anggota Persepi itu menunjukkan hasil yang sangat berbeda.

Kabar ini dibenarkan oleh Anggota Dewan Etik Persepi, Saiful Mujani. Tak hanya LSI, Mujani juga akan meminta keterangan Poltracking Indonesia yang juga menggelar survei terkait Pilkada Jakarta.

“(Pemanggilannya untuk) meminta penjelasan mengapa hasil survei mereka menjelang Pilkada DKI berbeda signifikan,” kata Saiful Mujani, Sabtu (26/10/2024).

Diketahui LSI pada rabu, 18 September 2024 merilis hasil survei yang hasilnya elektabilitas Ridwan Kamil-Suswono unggul dibanding paslon lain sebesar 51,8 persen. Sementara dibawahnya, Pramono Rano berapa pada angka 28,4 persen, disusul posisi terakhir Dharma-Kun memperoleh 3,2 persen.

Selang satu bulan kemudian, hasil perbedaan terjadi di survei LSI pada Rabu, 23 Oktober 2024. Survei tersebut menempatkan pasangan Pramono-Rano unggul dengan elektabilitas 41,6%, disusul Ridwan Kamil-Suswono 37,4% dan Dharma-Kun 6,6%.

Dari dua hasil survei yang dirilis LSI itu terjadi penurunan elektabilitas RK-Suswono dalam satu bulan sebesar kurang lebih sekitar 14 persen. Sedangkan, sehari setelahnya atau Kamis 24 Oktober 2024, Poltracking Indonesia juga merilis hal yang di sama.

Hanya berbeda, di mana mereka memposisikan pasangan Ridwan Kamil-Suswono di posisi teratas dengan Raihan 51,6%, kemudian diikuti Pramono Anung-Rano Karno 36,4%, dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto 3,9%.

Poltracking juga Dipanggil
Mujani mengatakan, dalam pemanggilan nanti, tidak hanya LSI, Dewan Etik Persepi juga akan memanggil Poltracking terkait hasil survei yang telah mereka rilis.

LSI maupun Poltracking Indonesia akan diperiksa oleh dewan etik Persepi dibantu oleh para pengurus.

“Semua anggota dewan etik (yang berjumlah 3 orang), dan dibantu pengurus Persepi,” ungkapnya.

Adapun, Saiful Mujani membeberkan sedikit, bahwa yang diperiksa adalah keseluruhan aspek dalam melakukan survei tersebut. Meski demikian, dia menyebut untuk pemanggilannya masih dicari Waktu.

“Semua yang terkait dengan hasil survei. Waktunya sedang diatur,” katanya. | Andi Farida*

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.