MEDAN, Radarjakarta.id — Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kota Medan terasa lebih hangat dan penuh makna setelah Polsek Medan Tembung menyalurkan dua ekor hewan kurban bantuan dari Kapolda Sumatera Utara dan Kapolrestabes Medan kepada masyarakat dan lembaga keagamaan. Momentum ini tidak hanya menjadi simbol ibadah dan pengorbanan, tetapi juga memperlihatkan upaya Polri membangun kedekatan emosional dengan masyarakat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan, bersama jajaran turun langsung menyerahkan hewan kurban di dua lokasi berbeda. Penyaluran pertama dilakukan di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan di Jalan Mandala Lintas, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung. Seekor lembu kurban dari Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak diserahkan sebagai bentuk kepedulian dan penguatan silaturahmi antara kepolisian dengan organisasi masyarakat keagamaan.
Dalam keterangannya, Kompol Ras Maju Tarigan menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari upaya memperkuat hubungan harmonis antara aparat kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, stabilitas keamanan dan ketenteraman wilayah tidak dapat tercipta tanpa kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Idul Adha mengajarkan keikhlasan dan kepedulian. Kami berharap bantuan hewan kurban ini membawa manfaat, keberkahan, dan mempererat persaudaraan antara Polri dan masyarakat,” ujar Kompol Ras Maju Tarigan.
Kegiatan kemudian berlanjut ke Pondok Pesantren Nurunnabi Al Islami di Desa Bandar Khalipah. Di lokasi kedua ini, Polsek Medan Tembung menyerahkan satu ekor lembu kurban bantuan dari Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto. Kehadiran jajaran kepolisian disambut hangat para pengasuh pesantren, ustadz, dan santri yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk perhatian nyata terhadap lingkungan pendidikan keagamaan.
Kompol Ras Maju Tarigan menilai pendekatan humanis seperti ini penting dilakukan untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan pesantren. Ia menekankan bahwa Polri ingin hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang membawa manfaat langsung bagi warga.
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap hubungan aparat dan masyarakat, aksi berbagi kurban yang dilakukan Polsek Medan Tembung dinilai menjadi simbol pendekatan persuasif dan humanis Polri dalam membangun kepercayaan publik. Melalui momentum Idul Adha 1447 H, kepolisian berharap nilai persaudaraan, toleransi, dan kepedulian sosial terus tumbuh demi menjaga suasana aman dan kondusif di Kota Medan.|Al Pane*











