Trump Unggah Gambar AI Dirinya Mirip Yesus, Dihujani Kecaman hingga Dihapus

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Langkah kontroversial kembali dilakukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kali ini, ia memicu badai kritik setelah mengunggah gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya dengan visual menyerupai sosok Yesus.

Gambar tersebut sempat tayang di platform pribadinya, Truth Social, sebelum akhirnya lenyap secara misterius. Dalam ilustrasi itu, Trump digambarkan mengenakan jubah putih dengan selendang merah, memancarkan cahaya dari tangannya sambil menyentuh kepala seorang pasien visual yang sangat identik dengan penggambaran mukjizat penyembuhan dalam ikonografi religius.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Tak hanya itu, latar gambar dipenuhi simbol-simbol kuat: tentara, pesawat tempur, elang, hingga Patung Liberty dan bendera Amerika. Aura cahaya terang di belakang tubuhnya memperkuat kesan “figur suci”, yang langsung memantik kemarahan publik lintas kelompok bahkan dari basis pendukungnya sendiri.

Gelombang kecaman pun tak terbendung. Sejumlah tokoh konservatif dan aktivis Kristen menyebut unggahan tersebut sebagai tindakan yang “melewati batas” dan tidak bisa ditoleransi. Kritik tajam datang dari berbagai arah, menilai visual itu sebagai bentuk pelecehan simbol keagamaan.

Di tengah tekanan, Trump akhirnya buka suara. Ia berdalih bahwa gambar tersebut bukan bermaksud religius, melainkan menggambarkan dirinya sebagai seorang “dokter” yang membantu orang menjadi lebih baik.

“Seharusnya itu saya sebagai dokter yang menyembuhkan,” ujarnya singkat kepada media.

Trump bahkan menegaskan bahwa dirinya memang telah “membuat orang jauh lebih baik”, seolah membenarkan pesan dalam ilustrasi tersebut. Namun pernyataan itu justru semakin memperkeruh suasana.

Wakil Presiden AS, JD Vance, mencoba meredam polemik dengan menyebut unggahan itu sebagai “lelucon yang disalahpahami”. Ia mengatakan Trump menghapusnya karena publik tidak menangkap maksud humornya.

Namun kontroversi ini tak berdiri sendiri. Unggahan tersebut muncul tak lama setelah Trump melontarkan kritik keras terhadap pemimpin tertinggi Katolik, Paus Leo XIV, yang sebelumnya vokal menentang konflik dan kebijakan militer AS di Iran.

Paus Leo sendiri menekankan pentingnya perdamaian dunia dan mengecam kekerasan yang dinilai tidak manusiawi. Pernyataan itu justru dibalas Trump dengan serangan verbal, menyebut Paus “lemah” dan keliru dalam membaca situasi global.

Meski gambar kontroversial itu telah dihapus, api kritik belum padam. Banyak pihak menilai insiden ini sebagai blunder serius yang mencerminkan sensitivitas rendah terhadap isu keagamaan—terlebih di tengah meningkatnya kesadaran spiritual di masyarakat Amerika.

Trump pun tetap bergeming. Ia menolak meminta maaf dan menegaskan tidak ada yang perlu disesali.

“Tidak ada yang salah. Kami benar soal Iran,” tegasnya.

Kontroversi ini kini menjelma menjadi bola panas politik dan moral—mengguncang citra Trump di tengah sorotan publik global.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.