DEPOK, Radarjakarta.id – Tiga Institusi yakni Polkteknik Negeri Jakarta, PT Huanyu International Education (Confucius Academy) dan Center for Computing and Information Technology Fakultas Teknik UI melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Tripartit.
Mou di laksanakan di Kampus Politeknik Negeri Jakarta yang menjadi tonggak awal kolaborasi strategis dalam bidang pendidikan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Direktur Politeknik Negeri Jakarta Dr. Syamsurizal, S.E., M.M mengatakan melalui program BIPA ini peserta tidak hanya mahir dalam berbahasa Indonesia, tetapi juga memahami nilai dan keberagaman budaya.
Pada akhirnya peserta dapat semakin mengenal dan mencintai Indonesia. Ucapan terima kasih atas dukungan dan kerjasama kepada semua pihak yang telah memungkinkan terselenggaranya program ini.
“Kami berharap kelas BIPA dapat memberikan manfaat dan dampak positif baik mahasiswa maupun institusi untuk seterusnya,”katanya.
Di lokasi sama, Direktur Confucius Academy – Liliann mengataka melalui Akademi (Confucius Academy) berkomitmen untuk memperdalam kerjasama antara Tiongkok dan Indonesia, memperluas pertukaran budaya.
Dan mempromosikan pendidikan bahasa mandarin, serta menjadi jembatan bagi pertukaran antara kaum muda dari kedua negara dan menjadi jembatan penghubung antar masyarakat.
“Selain itu saya sampaikan tiga harapan kepada seluruh mahasiswa,
patuhi dan disiplin dengan ketat dan bangun vitra yang baik,”katanya.
Dia menambahkan, setiap orang wajib mematuhi peraturan manajemen universitas, hukum, dan peraturan setempat serta menghormati adat istiadat dan kepercayaan agama Indonesia.
Belajar dan berlatih dengan tekun untuk memperkuat pondasi bahasa.
“Kami harap para siswa mampu menghargai waktu belajar yang berharga dan bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris mereka untuk meletakkan dasar kokoh untuk studi sarjana selanjutnyac.
Hargai perbedaan dan berinteraksi ke dalam kehidupan lokal.
“Budaya Confucius Academy mengajarkan “Harmoni dalam perbedaan” dan kami menganjurkan inklusivitas, pembelajaran bersama, dan hidup berdampingan secara harmonis,”katanya.
Direktur Center for Computing and Information Technology Fakultas Teknik UI Dr. Miktha Farid Alkadri, S.Ars., M.Ars menambahkan MoU ini menjadi tonggak baru tidak hanya Indonesia dengan Tiongkok, tetapi juga dengan CCIT FTUI, PNJ, dan juga Confucius Academy sebagai step baru untuk melangkah lebih jauh kedepannya.
“Harapannya kolaborasi ini bisa dilanjut terus kedepannya dan bisa terbuka kerjasama-kerjasama yang baru,”katanya.
Sebelumnya dari pihak UI juga merencanakan untuk memperbanyak internasionalisasi program.
“Oleh karena itu Kami dari CCIT sebagai bagian dari UI akan turut andil untuk mensukseskan program ini. Salah satunya kerjasama dengan Confucius Academy ini,”katanya.
Acara ini menjadi tonggak baru tidak hanya Indonesia dengan Tiongkok, tetapi juga dengan CCIT FTUI, PNJ, dan juga Confucius Academy sebagai step baru untuk melangkah lebih jauh kedepannya.
Harapannya kolaborasi ini bisa dilanjut terus kedepannya dan bisa terbuka kerjasama-kerjasama yang baru.
Sebelumnya dari pihak UI juga merencanakan untuk memperbanyak internasionalisasi program oleh karena itu
“Kami dari CCIT sebagai bagian dari UI akan turut andil untuk mensukseskan program ini. Salah satunya kerjasama dengan Confucius Academy ini,”katanya.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan Beijing Dr. Yudil Chatim mengatakan
selama periode tahun 2022 sampai saat ini, terjadi peningkatan signifikan dalam hubungan pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dengan Tiongkok.
Salah satu contohnya kerjasama yang saat ini dilakukan.
Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi melainkan jembatan budaya dalam menghubungkan dua bangsa besar.
“Saya berterima kasih kepada CCIT, Confucius, dan PNJ atas kerjasama ini. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat internasionalisasi kampus sekaligus memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia di kancah global,”katanya.
Sebagaimana di Tiongkok ada sekitar lebih dari 25 Universitas yang membuka 25 Program Bahasa Indonesia.
Ketua Dewan Bisnis Tiongkok-Indonesia – Dr. Ali Husein, S.S., M.SiDewan Bisnis Tiongkok–Indonesia senantiasa berkomitmen untuk mendorong kerja sama ekonomi, perdagangan, dan pertukaran budaya antara kedua negara.
“Ke depan, kami akan sepenuhnya memanfaatkan keunggulan platform yang dimiliki untuk memberikan dukungan maksimal dalam pengembangan talenta, kerja sama kampus dan industri,” katanya. |Aji Hendro*











