JAKARTA, Radarjakarta.id – Pengda Srikandi TP Sriwijaya Provinsi DKI Jakarta bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) menggelar bakti sosial bertajuk “Peduli Hutan Mangrove dan Pemberdayaan Perempuan Tangguh Bencana” di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, pada 26–27 September 2026. Kegiatan ini diisi penanaman ratusan bibit mangrove, edukasi mitigasi bencana, serta pemberian santunan kepada anak yatim, perempuan kepala keluarga, dan lansia.
Ketua Pengda Srikandi TP Sriwijaya Provinsi DKI Jakarta, Helpi Nopita, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir sekaligus upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana. Menurutnya, keberadaan mangrove dan keselamatan masyarakat pesisir merupakan dua hal yang saling berkaitan. “Hutan mangrove adalah benteng utama pulau pesisir. Melalui aksi ini, kami ingin memastikan ekosistem Pulau Pari tetap lestari sekaligus membangun kesadaran bahwa menjaga alam adalah investasi keselamatan masa depan,” ujar Helpi di Pulau Pari, Minggu (27/9/2026).
Penanaman mangrove menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Selain penghijauan, aksi ini menjadi sarana edukasi mengenai fungsi ekosistem mangrove dalam menjaga kawasan pesisir. Srikandi TP Sriwijaya DKI Jakarta juga mendorong masyarakat untuk tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi melanjutkannya dengan pemeliharaan dan kepedulian bersama terhadap lingkungan Pulau Pari.
Kegiatan tersebut juga memberikan pembekalan Perempuan Tangguh Bencana kepada warga, khususnya perempuan di wilayah pesisir. Materi meliputi mitigasi bencana pesisir, pengenalan tanda-tanda awal bahaya di laut, langkah evakuasi mandiri, serta dukungan psikososial awal atau Psychological First Aid (PFA). Helpi menilai perempuan memiliki peran penting dalam membantu keluarga tetap tenang dan mengambil langkah tepat sebelum, saat, dan setelah bencana.
“Perempuan memiliki peran penting dalam keluarga dan lingkungan. Ketika pengetahuan tentang mitigasi bencana semakin baik, diharapkan keluarga juga semakin siap menghadapi kondisi darurat,” jelas Helpi.
Kolaborasi Srikandi TP Sriwijaya, Tagana, tokoh masyarakat, dan warga Pulau Pari menjadi bagian dari upaya membangun ketangguhan masyarakat pesisir. Selain edukasi dan penanaman mangrove, kegiatan sosial tersebut juga diwujudkan melalui pemberian santunan kepada anak yatim, perempuan kepala keluarga, dan lansia. Helpi menegaskan, kepedulian sosial perlu dilakukan secara preventif agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan menghadapi berbagai tantangan.
“Kami ingin membangun kesadaran dan kesiapan bersama. Masyarakat bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan dan membangun ketangguhan wilayahnya,” tutur Helpi. Melalui kegiatan yang berlangsung di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, 26–27 September 2026 tersebut, Pengda Srikandi TP Sriwijaya Provinsi DKI Jakarta berharap sinergi dengan masyarakat terus berlanjut untuk mewujudkan kawasan pesisir yang lebih hijau, tangguh, mandiri, dan berdaya.|Guffe*











