Soeharto Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional: Sejarah Berbalik di Era Prabowo

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Sejarah Indonesia memasuki babak baru. Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, akhirnya resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tahun 2025. Penghargaan tertinggi bagi putra bangsa itu akan diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025), di Istana Negara.

Kepastian tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang menyebut nama Soeharto masuk dalam daftar sepuluh tokoh penerima gelar tahun ini. “Ya, masuk, masuk,” ujar Prasetyo saat ditemui di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2025). Ia menegaskan seluruh proses telah melewati kajian mendalam oleh tim ahli dan Dewan Gelar.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Koordinator Presidium Forum Silaturahmi Pemuda Islam (FSPI), Zuhelmi, menilai penganugerahan ini merupakan bentuk keadilan sejarah. Ia menyebut kepemimpinan Soeharto pasca peristiwa G30S/PKI menjadi titik penting dalam penyelamatan bangsa. “Soeharto berhasil membawa Indonesia dari masa kekacauan menuju stabilitas nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Menurut Zuhelmi, berbagai program era Orde Baru seperti Repelita, Instruksi Presiden Desa Tertinggal (IDT), dan swasembada pangan tahun 1984 menjadi bukti nyata warisan pembangunan Soeharto yang masih dirasakan hingga kini. “Itu bagian dari legacy yang membentuk fondasi kemajuan bangsa,” tambahnya.

Meski demikian, langkah pemerintah ini memantik perdebatan publik. Sebagian kalangan akademisi menilai Soeharto tidak layak menyandang gelar tersebut karena adanya catatan pelanggaran HAM dan praktik korupsi di masa pemerintahannya. Namun, pendukungnya menilai penghargaan ini sebagai rekonsiliasi nasional untuk menilai sejarah secara utuh, bukan hitam putih.

Pemerintah menegaskan bahwa penganugerahan gelar telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010. “Tidak ada tekanan politik. Semua proses dilakukan sesuai aturan,” kata Prasetyo. Ia juga meminta publik bersikap arif dalam menanggapi keputusan ini dan menjadikannya momen refleksi terhadap perjalanan bangsa.

Dengan penetapan ini, Soeharto kembali menjadi perbincangan utama di tengah masyarakat. Bagi sebagian orang, ia adalah simbol ketegasan dan pembangunan. Bagi lainnya, ia tetap figur kontroversial. Namun satu hal pasti, gelar Pahlawan Nasional kini resmi melekat pada sosok yang pernah memimpin Indonesia selama 32 tahun itu  menandai babak baru dalam cara bangsa ini membaca sejarahnya.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.