CIKARANG, RadarJakarta.id – Sistem perpipaan atau plumbing hanya mengambil porsi sekitar 5 hingga 10 persen dari total anggaran pembangunan, namun kerusakan pada instalasinya dapat memicu biaya perbaikan jauh lebih besar. Risiko tersebut menjadi perhatian PT Wahana Duta Jaya Rucika dengan membuka fasilitas produksi kepada ratusan mitra toko melalui program Plant Tour di pabrik Cibitung, Bekasi, pada 3, 4, 9 dan 10 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada awal Juni 2026 itu menjadi bagian dari program apresiasi dan edukasi bagi anggota Bintang Rucika. Para mitra diajak melihat langsung proses produksi pipa, mulai dari pemilihan bahan baku hingga tahapan Quality Assurance (QA). Pabrik Rucika di Cibitung berada di Jl. Raya Imam Bonjol, Karawang-Bekasi Km 26,2, Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat 17520.
Regional Sales Manager Rucika William Chendra mengatakan keterbukaan tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman langsung kepada mitra mengenai pengendalian mutu produk. Menurut dia, kualitas yang konsisten menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan pelanggan, terutama karena sistem perpipaan berada di balik dinding, lantai, plafon, dan bagian bangunan lainnya.
“Kepercayaan pelanggan dibangun melalui kualitas yang konsisten. Dengan membuka akses bagi para mitra untuk melihat langsung proses produksi dan quality assurance di pabrik kami, Rucika ingin menunjukkan bahwa setiap produk yang kami hasilkan telah melalui pengawasan dan pengujian yang ketat sesuai standar internasional,” ujar William.
Dalam sesi edukasi, peserta mendapat penjelasan mengenai sejumlah penyebab kegagalan sistem perpipaan. Faktor tersebut antara lain kesalahan memilih jenis pipa sesuai kebutuhan suhu dan tekanan air, kesalahan penanganan saat pengiriman maupun pemasangan, serta produk yang tidak memenuhi standar mutu. Rucika sendiri menyatakan proses produksinya didukung pengujian seperti pemeriksaan visual dan dimensi, uji tekanan hidrostatik, uji ketahanan impak, uji kuat tarik dan uji flattening.
Kerusakan pipa tidak hanya berarti mengganti material. Kebocoran yang terjadi pada instalasi tertanam dapat menyebabkan pembongkaran dinding, plafon, keramik atau finishing bangunan. Dalam kondisi tertentu, pemilik bangunan juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk tenaga kerja, material perbaikan, hingga penggalian ulang guna menemukan titik instalasi yang bermasalah. Risiko gangguan terhadap aktivitas penghuni maupun operasional bangunan juga dapat muncul.
Salah satu peserta, Austin, pemilik toko bangunan asal Malang, menilai edukasi mengenai pipa dan fitting membantu mitra memberikan penjelasan yang lebih tepat kepada pelanggan. Sementara itu, Corporate Brand Communication Department Head Rucika Reynard Natamihardja menegaskan bahwa kualitas tidak hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga rasa aman pengguna dalam jangka panjang. Melalui Plant Tour, Rucika berharap pemahaman mitra terhadap kualitas sistem perpipaan semakin kuat dan dapat diterapkan saat memberikan solusi kepada konsumen.***











