JAKARTA, Radarjakarta.id – Festival musik baru bertajuk Remember Fest resmi meluncurkan logo perdananya di Bandar Djakarta, Ancol, Rabu (24/6/2026). Meski baru diperkenalkan kepada publik, festival ini datang dengan ambisi besar, yakni menghadirkan hingga 50 ribu pengunjung melalui penyelenggaraan di kawasan Open Space dan Gambir Expo Kemayoran.
Target tersebut semakin diperkuat melalui kolaborasi dengan Visiting Jakarta, platform branding pariwisata resmi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta.
Promotor Remember Fest, Clement Winarko mengatakan festival yang dipimpinnya memang mengusung nama baru, tetapi dikelola oleh tim yang telah lama berkecimpung di industri pertunjukan musik.
“Hari ini kami meluncurkan logo resmi Remember Fest. Festival musik ini mungkin terdengar baru, tetapi saya dan teman-teman yang mengelola festival ini adalah orang-orang lama yang siap mengisi ruang-ruang hiburan di Open Space dan Gambir Expo Kemayoran,” kata Clement saat peluncuran logo di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurut Clement, Remember Fest tidak hanya menawarkan pertunjukan musik, tetapi juga akan menjadi wadah bagi berbagai subsektor ekonomi kreatif. Sejumlah kegiatan pendukung seperti bazar kuliner, fesyen, dan produk kerajinan UMKM akan menjadi bagian dari rangkaian acara.
“Kami berharap Remember Fest menjadi destinasi wisata buatan baru di DKI Jakarta yang paling lengkap dengan target jumlah pengunjung yang lebih besar dari yang pernah kami buat,” ujarnya.
Berbekal pengalaman menghadirkan lebih dari 35 ribu penonton pada festival-festival sebelumnya, Clement optimistis target yang lebih tinggi dapat dicapai tahun ini.
“Kehadiran Remember Fest di Open Space dan Gambir Expo memiliki nilai tambah yang berbeda dibanding festival lainnya karena secara konsep program langsung bersentuhan dengan promosi pariwisata Disparekraf DKI Jakarta,” tuturnya.
Ia menambahkan, dukungan venue yang lebih luas menjadi faktor penting dalam mengejar target puluhan ribu pengunjung.
“Semoga Remember Fest dalam konteks Visiting Jakarta kembali bisa menyajikan festival yang berbeda dengan jumlah penonton dari kalangan Gen Z dan Gen Alpha hingga lebih dari tiga puluh ribu orang. Dengan venue yang lebih luas, kami berharap bisa menarik hingga 50 ribu pengunjung,” ujar Clement.
Kolaborasi dengan Visiting Jakarta dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas dampak festival, tidak hanya bagi industri hiburan, tetapi juga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Jakarta.
Mitra Kreatif Strategis Eksternal Disparekraf DKI Jakarta, Ari Wibisono menjelaskan bahwa Visiting Jakarta merupakan platform resmi yang berfungsi sebagai etalase informasi dan promosi berbagai destinasi serta agenda wisata di ibu kota.
“Visiting Jakarta adalah platform digital dan program branding pariwisata resmi di bawah Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta,” kata Ari.
Menurutnya, platform tersebut menjadi sarana bagi wisatawan untuk memperoleh informasi mengenai destinasi budaya, kuliner, hingga berbagai event yang digelar di Jakarta.
“Visiting Jakarta berfungsi sebagai pusat informasi, panduan, dan promosi utama bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menjelajahi destinasi wisata budaya, kuliner, serta berbagai event menarik di Jakarta,” ujarnya.
Ari menilai kehadiran Remember Fest dapat memperkaya kalender event Jakarta yang selama ini dikenal sebagai rumah bagi berbagai festival berskala nasional maupun internasional.
“Jakarta menawarkan perpaduan unik antara sejarah kolonial, keragaman budaya Nusantara, dan gaya hidup metropolitan modern, sehingga menjadi pusat perdagangan, hiburan, kuliner, kriya, dan pertukaran budaya,” kata Ari.
Dengan semakin banyaknya festival yang terintegrasi dengan promosi pariwisata, Jakarta diharapkan semakin mengukuhkan posisinya sebagai kota tujuan wisata berbasis event, terlebih menjelang perayaan lima abad usia kota pada 2027 mendatang.
Remember Fest pun diproyeksikan menjadi salah satu agenda hiburan baru yang tidak hanya menyajikan musik, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata dan ekonomi kreatif dalam satu kawasan terpadu.











