Prabowo Soal Rupiah Anjlok: Orang Desa Nggak Pakai Dollar Kok, Netizen Lontarkan Kritik Pedas

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat memicu perdebatan luas di ruang publik. Ucapan yang menyebut masyarakat desa tidak menggunakan dolar menjadi viral dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial sejak Sabtu (16/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri agenda peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur. Dalam pidatonya, Prabowo menanggapi kekhawatiran publik mengenai kondisi rupiah yang mengalami tekanan terhadap dolar AS di tengah dinamika ekonomi global.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Potongan video pidato tersebut kemudian tersebar cepat di TikTok, Instagram, X hingga YouTube. Beragam komentar bermunculan dari masyarakat. Sebagian pihak menilai pernyataan tersebut sebagai upaya pemerintah menenangkan publik agar tidak panik menghadapi situasi ekonomi dunia, sementara lainnya mengkritik ucapan itu karena dianggap tidak mencerminkan dampak nyata pelemahan rupiah terhadap harga kebutuhan masyarakat.

Sejumlah pengamat ekonomi menilai fluktuasi nilai tukar tetap memiliki pengaruh terhadap kehidupan sehari-hari, termasuk harga pangan, bahan bakar, hingga biaya barang impor. Karena itu, isu kurs dolar dinilai tetap relevan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga di daerah pedesaan.

Di media sosial, topik terkait pernyataan Prabowo sempat menjadi salah satu perbincangan terpopuler. Banyak warganet mengaitkan pelemahan rupiah dengan kenaikan harga kebutuhan pokok dan kondisi ekonomi nasional. Namun pendukung pemerintah menilai pernyataan tersebut harus dipahami dalam konteks menjaga optimisme nasional di tengah tekanan ekonomi global.

Hingga Sabtu malam, perdebatan mengenai pernyataan Presiden Prabowo masih terus bergulir di media sosial. Isu tersebut menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap kondisi ekonomi nasional serta sensitivitas masyarakat terhadap pernyataan pejabat negara terkait nilai tukar rupiah dan daya beli rakyat.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.