Pantai Jangkar Jadi Saksi Pembaretan 1.035 Prajurit Infanteri TNI AD

Foto: Istimewa
banner 468x60

SITUBONDO, Radarjakarta.id – Pantai Jangkar yang berada di Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menjadi saksi prosesi sakral pembaretan 1.035 prajurit Infanteri TNI Angkatan Darat, Sabtu (20/6/2026).

Selain dikenal sebagai kawasan strategis latihan militer terpadu Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur), Pantai Jangkar juga merupakan pelabuhan penyeberangan umum menuju Pulau Madura. Di lokasi inilah para siswa pendidikan kecabangan Infanteri resmi diterima sebagai prajurit Korps Infanteri melalui tradisi pembaretan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kegiatan tersebut merupakan pembaretan bagi siswa Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri (Dikjurbaif) lulusan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) kecabangan Infanteri TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026, serta Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri alumni Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026.

Upacara pembaretan dipimpin Komandan Rindam V/Brawijaya, Brigadir Jenderal TNI Mukhamad Albar, S.E., M.M., dan diikuti 221 siswa Bintara serta 814 siswa Tamtama.

Pembaretan menjadi momen puncak sekaligus simbol diterimanya seorang siswa sebagai prajurit Infanteri sejati, yang ditandai dengan penyematan Brevet Yudha Wastu Pramuka.

Dalam amanat Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) yang dibacakan oleh Danrindam V/Brawijaya Brigjen TNI Mukhamad Albar, ditekankan pentingnya peningkatan profesionalisme, kesiapsiagaan tempur, dan disiplin prajurit Infanteri.

“Prajurit Infanteri harus terus memelihara dan meningkatkan kemampuan teknis maupun taktis guna menghadapi berbagai ancaman dan dinamika di medan penugasan,” ujar Brigjen TNI Mukhamad Albar saat membacakan amanat Danpussenif.

Selain itu, para prajurit yang baru menyelesaikan pendidikan diharapkan memiliki integritas dan karakter yang kuat sebagai anggota Korps Infanteri.

“Setiap prajurit harus menjunjung tinggi nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, loyalitas, serta komitmen terhadap tugas yang berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI,” lanjutnya.

Danpussenif juga berpesan agar seluruh materi yang telah diterima selama pendidikan dapat dipahami, dikuasai, dan diterapkan secara optimal di satuan masing-masing melalui latihan yang berkesinambungan.

Dalam amanat tersebut, Danpussenif turut menyampaikan apresiasi kepada Danrindam V/Brawijaya dan Komandan Dodiklatpur atas keberhasilan mendidik, melatih, dan membentuk prajurit Infanteri dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai pendidikan.

Prosesi pembaretan ini menjadi tonggak penting bagi 1.035 prajurit muda Infanteri yang kini resmi menyandang baret Infanteri dan siap mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.