Mahasiswa LSPR Dorong UMKM Cempaka Baru Naik Kelas Lewat Branding dan Digital Marketing

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Transformasi digital menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Jurusan Public Relations and Digital Communication LSPR Institute of Communication and Business menghadirkan program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Rona Rasa Cempaka Baru”.

Program ini merupakan inisiatif KALANA PR Consultant Group dari kelas PRDC27-2SP yang berfokus pada penguatan branding dan pemasaran digital bagi UMKM di RW 02 Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendorong pelaku usaha lokal agar lebih adaptif dan kompetitif di era ekonomi digital.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kegiatan diawali dengan pra-pelatihan UMKM yang digelar pada 7 Juni 2026 di Lapangan RW 02, Jalan Telaga I, Cempaka Baru, Kemayoran. Mengusung tema “Rona Rasa Cempaka Baru Cerdas”, program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui edukasi branding, pemasaran digital, serta pemanfaatan teknologi untuk pengembangan usaha berkelanjutan.

Selain sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta tujuan ke-11 mengenai kota dan komunitas berkelanjutan.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi dari Geofakta Razali, S.Psi., S.I.Kom., M.I.Kom., C.Ht., dosen LSPR sekaligus Founder dan CEO PT Geo Design Eduka (KaumDesign). Dalam paparannya bertajuk “Mengapa UMKM Perlu Memiliki Identitas Brand?”, ia menegaskan bahwa branding bukan sekadar logo atau kemasan produk, melainkan fondasi penting dalam membangun kepercayaan konsumen.

“UMKM perlu memiliki karakter dan nilai yang jelas agar mudah dikenali pelanggan serta mampu menempati posisi yang kuat di pasar,” ujarnya.

Peserta juga dibekali pemahaman mengenai strategi membangun identitas merek, mengenali target pasar, hingga teknik menyampaikan keunggulan produk secara efektif.

Sesi berikutnya diisi oleh Delisya, Founder BND Wears, yang membagikan pengalaman dalam memanfaatkan platform digital untuk pengembangan usaha. Ia memperkenalkan penggunaan WhatsApp Business sebagai media pemasaran yang mudah, murah, dan efektif bagi UMKM.

Peserta diajarkan cara membuat katalog produk digital, menyusun pesan otomatis, hingga membangun komunikasi profesional dengan pelanggan untuk meningkatkan potensi penjualan.

Materi tersebut mendapat respons positif karena dinilai praktis dan dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Evaluasi melalui pre-test dan post-test juga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait branding dan pemanfaatan digital marketing.

Sebanyak 10 pelaku UMKM turut serta dalam kegiatan ini dengan berbagai produk kuliner khas Nusantara, mulai dari Asinan Betawi, Sate Padang, Bolu Kukus Gula Merah, Bubur Tradisional, Nasi Cokot, Donat, Telur Asin, Cireng Isi, Mochi, hingga Es Pisang Hijau.

Ketua Pelaksana Program, Cerry Carissa, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga membangun kepercayaan diri pelaku UMKM.

“Rona Rasa Cempaka Baru tidak hanya menjadi ajang jual beli, tetapi juga ruang belajar bagi pelaku UMKM untuk berkembang dan semakin percaya diri dalam memasarkan produknya,” ujarnya.

RW 02 Cempaka Baru sendiri dikenal memiliki potensi ekonomi besar melalui berbagai usaha rumahan yang telah berjalan turun-temurun. Namun, sebagian pelaku usaha masih menghadapi tantangan seperti lemahnya identitas merek, terbatasnya pemanfaatan teknologi digital, serta strategi pemasaran yang belum optimal.

Kondisi tersebut menjadi dasar lahirnya program Rona Rasa Cempaka Baru sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha secara lebih profesional dan adaptif.

Salah satu peserta, Novitha, pelaku usaha Cireng Isi, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut.

“Melalui pelatihan ini saya jadi lebih memahami pentingnya identitas brand dan cara memanfaatkan WhatsApp Business untuk memasarkan produk. Semoga ilmu ini bisa membantu usaha saya menjangkau lebih banyak pelanggan,” tuturnya.

Keberhasilan program ini turut didukung kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengurus RW 02, Karang Taruna, masyarakat setempat, hingga Ekstrakurikuler Sinematografi Granaven SMAN 77 Cempaka Putih yang ikut terlibat dalam dokumentasi kegiatan.

Melalui program ini, mahasiswa LSPR berharap UMKM Cempaka Baru dapat terus berkembang menjadi usaha yang lebih mandiri, inovatif, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki daya saing tinggi di era ekonomi digital Indonesia.|Guffe*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.