LRT Kelapa Gading–Manggarai Beroperasi 26 Agustus 2026, Tarif Rp5.000

LRT Kelapa Gading–Manggarai Beroperasi 26 Agustus 2026, Tarif Rp5.000
LRT Kelapa Gading–Manggarai Beroperasi 26 Agustus 2026, Tarif Rp5.000
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai siap diresmikan dan beroperasi penuh melayani masyarakat pada 26 Agustus 2026. Kepastian tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau kesiapan akhir LRT Jakarta sekaligus melakukan uji coba jalur Velodrome–Manggarai, Senin (24/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Pramono didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Syafrin Liputo, jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta Protokol Istana.

Pramono mengatakan, pembangunan infrastruktur LRT Jakarta, khususnya rel dan jalur layang, telah rampung. Saat ini, tahapan yang masih dilakukan adalah pengujian oleh Kementerian Perhubungan untuk memastikan seluruh sistem siap digunakan.

“Secara keseluruhan untuk pembangunan ataupun penyelesaian LRT ini, yang pertama yang berkaitan dengan rel dan juga jalur layang, ini sudah selesai 100 persen,” ujar Pramono di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan.

Secara keseluruhan, progres fisik proyek LRT Jakarta rute Velodrome–Manggarai telah mencapai 98,20 persen. Sementara panjang lintasan LRT Jakarta kini mencapai 12,2 kilometer dengan 11 stasiun.

Rute tersebut akan memperpendek waktu perjalanan Kelapa Gading menuju Manggarai menjadi sekitar 28 menit. Nilai investasi pembangunan LRT Jakarta ini mencapai Rp12,1 triliun.

LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai rencananya diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada 26 Agustus 2026. Setelah diresmikan, layanan akan beroperasi penuh mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB.

Pada tahap awal, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 60.000 hingga 80.000 orang per hari.

“Kalau sudah tersambung dari Kelapa Gading sampai dengan Manggarai, kurang lebih antara 60 sampai 80 ribu penumpang di tahap-tahap awal. Kalau itu sudah tersambungkan, maka secara keseluruhan LRT yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta sudah menjadi backbone utama untuk mengatur transportasi,” kata Pramono.

Tarif Flat Rp5.000

Untuk mendukung masa transisi pengoperasian, Pemprov DKI Jakarta menetapkan tarif LRT Jakarta sebesar Rp5.000 secara flat hingga Oktober 2026.

Setelah masa transisi tersebut, Pemprov DKI bersama DPRD DKI Jakarta akan menentukan tarif resmi yang akan diberlakukan bagi masyarakat.

“Dengan keterjangkauan ini, maka kami segera akan memutuskan seperti yang tadi saya sampaikan mengenai tarif khusus di era transisi ini,” ujar Pramono.

Pemprov DKI juga memperhatikan aspek aksesibilitas bagi seluruh masyarakat. Dalam rangkaian uji coba, sebanyak 15 kelompok masyarakat telah dilibatkan untuk mendapatkan layanan gratis.

Fasilitas naik dan turun kereta juga disiapkan agar lebih mudah digunakan oleh penyandang disabilitas.

Manggarai Jadi Simpul Integrasi Transportasi

Stasiun LRT Manggarai diproyeksikan menjadi salah satu simpul integrasi transportasi utama di Jakarta. Layanan LRT akan terhubung dengan Transjakarta, KRL Commuter Line serta Kereta Api Bandara.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin mengatakan, proses penyambungan langsung antara LRT dengan kawasan Stasiun Manggarai masih berlangsung, termasuk penyelesaian aspek legal terkait lahan milik PT KAI.

Integrasi langsung tersebut ditargetkan dapat beroperasi pada September 2026.

“Integrasi tiga moda ini sebenarnya sudah terjalin, dan direct-nya dari Manggarai ke sini sedang kami proses bersama KAI. Dalam bulan September sudah selesai dan bisa dioperasikan,” ujar Iwan.

Dilanjutkan hingga Dukuh Atas

Setelah rute Kelapa Gading–Manggarai beroperasi, Pemprov DKI Jakarta berencana melanjutkan pembangunan LRT hingga Dukuh Atas.

Investasi untuk pembangunan lanjutan tersebut diperkirakan mencapai Rp2,7 triliun, termasuk kebutuhan tambahan train set sebanyak sekitar 16 rangkaian.

Pemprov DKI Jakarta juga telah mengajukan penerbitan obligasi daerah kepada DPRD DKI Jakarta sebagai salah satu sumber pendanaan untuk proyek lanjutan LRT hingga Dukuh Atas.

Selain itu, pengembangan konektivitas LRT juga diarahkan dari Velodrome menuju Stasiun Whoosh serta dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS).

Pramono berharap seluruh jaringan tersebut nantinya dapat terkoneksi sehingga LRT menjadi salah satu tulang punggung utama transportasi publik di Jakarta.

“Dan kalau itu sudah terkoneksi, maka mudah-mudahan transportasi di Jakarta menjadi jauh lebih baik,” tandasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.