JAKARTA, Radarjakarta.id — Suasana Sabtu sore di kawasan Kapuk Kamal, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, mendadak berubah mencekam setelah sebuah gudang penyimpanan dan produksi mika terbakar hebat. Kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi, sementara warga sekitar panik akibat terdengarnya suara ledakan sebelum api berkobar.
Peristiwa ini diduga dipicu ledakan pada panel listrik mesin produksi sekitar pukul 15.17 WIB. Salah satu karyawan yang berada di lokasi melihat percikan api keluar dari panel dan dengan cepat menyambar tumpukan plastik yang mudah terbakar. Upaya pemadaman awal sempat dilakukan para karyawan, namun api justru semakin cepat membesar.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat menerima laporan resmi pada pukul 15.19 WIB. Tidak menunggu lama, petugas bergerak cepat menuju lokasi. “Karyawan menyaksikan panel listrik meledak, lalu api menyambar bahan plastik,” kata Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Suheri, dalam keterangan tertulis.
Sedikitnya 20 unit armada pemadam dan 90 hingga 100 personel dikerahkan dalam dua tahap operasi. Tim pertama berangkat dari sektor Kalideres, Cengkareng, dan Pos Citra dengan 9 unit mobil pemadam, disusul 11 unit tambahan. Operasi pemadaman dimulai pukul 15.28 WIB dan api berhasil dilokalisir pada pukul 15.42 WIB.
Meski kobaran api terlihat besar, respons cepat petugas pemadam membuat kebakaran dapat dikendalikan dalam waktu kurang dari satu jam. Api dinyatakan padam sepenuhnya pada pukul 16.15 WIB, dilanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik bara tersisa. Status kebakaran dikategorikan kuning, atau belum masuk skala kritis berbahaya.
Gudang yang terbakar diketahui memproduksi dan menyimpan mika serta akrilik, material yang sangat mudah terbakar. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka. Namun, nilai kerugian ditaksir tidak sedikit mengingat jenis material dan fungsi fasilitas yang terbakar.
Insiden ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi pelaku industri untuk melakukan perawatan rutin instalasi listrik, terutama pada fasilitas yang menyimpan bahan mudah terbakar. Pemeriksaan lanjutan oleh pihak berwenang masih dilakukan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.***











