JAKARTA, Radarjakarta.id — Visi “Polisi Bersama Masyarakat” yang diusung Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dinilai sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama pemerintahan. Penilaian tersebut disampaikan Peneliti Kebijakan Publik dari Charles University Praha, Choirul Anam, dalam keterangan tertulis pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Choirul menilai keselarasan arah kepemimpinan Polri dengan pemerintah tidak semata-mata berkaitan dengan loyalitas personal kepada Presiden. Menurutnya, hal tersebut lebih mendasar, yakni menyatukan kebijakan keamanan nasional dengan agenda pemerintah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ia menjelaskan, loyalitas dalam penyelenggaraan negara seharusnya diwujudkan melalui pengabdian yang konsisten terhadap tujuan bersama, bukan sekadar kepatuhan kepada individu. Dalam konteks tersebut, kepentingan rakyat menjadi landasan penting bagi pemimpin dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.
“Loyalitas merupakan pengabdian yang sadar, praktis, dan konsisten kepada suatu tujuan yang dianggap lebih besar daripada kepentingan individual,” ujar Choirul, merujuk pemikiran Josiah Royce dalam The Philosophy of Loyalty (1908).
Menurut Choirul, visi “Polisi Bersama Masyarakat” memiliki kesamaan orientasi dengan pesan Presiden Prabowo mengenai pentingnya menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Kesamaan arah tersebut dinilai dapat menjadi landasan bagi Polri dalam memperkuat pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum yang berkeadilan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Setelah dilantik, Suyudi menegaskan prioritas kepemimpinannya mencakup konsolidasi internal, peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta penguatan kedekatan polisi dengan masyarakat.
Keselarasan visi tersebut pada akhirnya perlu diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang profesional, transparan, dan akuntabel. Keberhasilan kepemimpinan Polri tidak hanya ditentukan oleh kesamaan agenda dengan pemerintah, tetapi juga oleh kemampuan institusi memberikan pelayanan nyata, merespons pengaduan secara cepat, serta menjamin perlindungan dan keadilan bagi seluruh masyarakat.***











