Kapolres Bondowoso Pimpin Langsung Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Sampean Baru

banner 468x60

BONDOWOSO, Radarjakarta.id – Di tengah cuaca ekstrem dan derasnya arus Sungai Sampean Baru, sebuah aksi kepemimpinan yang jarang terjadi menyita perhatian publik. Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo, memilih turun langsung ke lokasi, memimpin pencarian warga yang diduga tenggelam di Sungai Sampean Baru, Desa Gentong, Kecamatan Taman Krocok, Jumat (23/1/2026).

Bukan sekadar memantau dari balik meja, Aryo hadir langsung di tepi sungai bersama Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika. Kehadiran dua pucuk pimpinan Polres Bondowoso ini menjadi simbol nyata kepedulian dan tanggung jawab negara atas keselamatan warganya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sejumlah pejabat utama Polres Bondowoso serta personel terlatih di bidang SAR dan penanganan bencana turut diterjunkan. Tim melakukan penyisiran intensif, baik melalui jalur darat di sepanjang bantaran sungai maupun persiapan penyisiran air, menghadapi arus deras dan medan berbatu yang berisiko tinggi.

Sorotan tertuju pada kekompakan Kapolres dan Wakapolres. Keduanya terlihat sejiwa dalam komando—selaras dalam keputusan, seirama dalam langkah, dan menyatu dalam semangat kemanusiaan. 

Kepemimpinan tidak hanya ditunjukkan lewat instruksi, tetapi melalui kehadiran langsung di tengah musibah yang menimpa masyarakat.

Memasuki hari kedua pencarian, korban bernama Adi Yanto (45), warga Desa Bungbungan, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, masih belum ditemukan. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan relawan terus menyisir area dari titik awal korban diduga hanyut hingga Dam 2, dengan perhitungan matang terhadap kondisi alam yang ekstrem.

Kapolres Bondowoso menegaskan bahwa seluruh proses pencarian dilakukan secara terukur dan mengedepankan keselamatan personel.

“Arus sungai sangat deras, batuan licin dan berbahaya. Kami tidak gegabah. Keselamatan tim adalah prioritas. Karena itu kami menunggu tim Bosamba sebagai pemandu sebelum melakukan penyisiran menggunakan perahu,” tegas Aryo.

Di sela pencarian, suasana humanis terlihat saat Kapolres berkoordinasi dengan BPBD dan Basarnas. Duduk bersama di tepi sungai, diskusi berlangsung santai namun serius. 

Pemandangan ini mencerminkan kerendahan hati seorang pemimpin yang mengedepankan sinergi lintas instansi demi satu tujuan: menyelamatkan nyawa manusia.

Aryo juga menyampaikan imbauan keras kepada masyarakat agar lebih waspada, terutama di musim hujan yang rawan banjir dan arus sungai mendadak meningkat.

“Kami mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama,” pesannya.

Sementara itu, keluarga korban dan warga sekitar turut berperan aktif dengan memberikan informasi penting terkait karakter aliran sungai dan titik-titik rawan. Kolaborasi antara aparat, relawan, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam upaya pencarian ini.

Dengan keterlibatan langsung Kapolres, Wakapolres, jajaran pejabat utama, serta personel Polres Bondowoso yang berpengalaman, proses pencarian terus dimaksimalkan. Harapan dan doa mengalir deras, seiring keyakinan bahwa di balik ganasnya arus sungai, kepedulian, kepemimpinan, dan kemanusiaan tetap mengalir lebih kuat. | Bagus Wirawiri*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.