“Efek keseluruhan adalah bahwa ia tampak bagai sebuah istana yang megah dan menawan,” tulis Gerry van Klinken dan Ward Berenschot dalam In Search of Middle Indonesia: Kelas Menengah di Kota-kota Menengah.
Tapi Pasar CBS sendiri tak semewah mall. Bahkan biasa-biasa saja. Problem pasar pada umumnya masih kerap terjadi seperti becek kala hujan, tumpukan sampah, hingga keruwetan pedagang kaki lima. Tapi pasar ini sudah menjadi destinasi wisata belanja paling diminati oleh wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Selatan.
Pasar CBS terdiri dari dua lantai. Lantai pertama berisi toko yang menjajakan batu permata dan cinderamata, sedangkan lantai dua berisi kios tempat workshop pembuatan perhiasan. Anda bisa mendapatkan pernak-pernik seperti gelang, kalung, cincin, atau bros yang terbuat dari aneka batu mulia. Harganya bervariasi, tergantung keunikan atau kelangkaan jenis batu.

Di dekat Pasar CBS terdapat sebuah taman yang bisa dipakai untuk rehat dan menikmati suasana kota. Taman terletak di depan kantor bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pasar ini juga berdekatan dengan destinasi wisata religi yang terkenal di Kalimantan Selatan: Makam Guru Sekumpul yang terintegrasi dengan Masjid Agung Al-Karomah.
“Ini adalah sebuah proyek prestisius dimaksudkan untuk meningkatkan citra Martapura sebagai kota yang dibangun menjadi pusat perdagangan perhiasan, serta sebagai serambi Mekah,” tulis Gerry van Klinken dan Ward Berenschot.
Hingga kini, kemilau intan Martapura masih tetap menggoda. Jika Anda juga tertarik, datanglah ke kawasan Pasar Intan Martapura di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Lokasinya mudah dicari karena terletak di pinggir jalan raya.
Untuk menuju ke Martapura hanya butuh waktu setengah jam dari Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor. Sementara dari kota Banjarmasin, perjalanan akan memakan waktu hingga satu jam dengan menggunakan kendaraan. | Eka*










