Intan Martapura Kalsel Sangat Berkilau dan Primadona

banner 468x60

Penguasaan pertambangan intan oleh raja dihapuskan oleh Belanda. Sebagai gantinya, selain eksploitasi oleh swasta, pertambangan rakyat pun tumbuh dan terus bertahan hingga kini. Mereka menambang dengan cara mendulang. Jika beruntung, hasilnya bisa luar biasa. Pada 1965, Matsam cs mamicik (menemukan intan) seberat 166,7 karat (33 gram) yang dikenal dengan Intan Trisakti; intan terbesar pertama yang ditemukan di Kalimantan.

Meski jarang, penemuan intan dalam ukuran besar kerap terjadi. Hal itu menambah semangat para penambang rakyat.

“Selain sebagai mata pencaharian masyarakat di beberapa daerah di Kalimantan Selatan, menambang intan sudah dianggap sebagai budaya yang diwarisi masyarakat dari para leluhur,” ungkap Agus Yana.

Sebagian besar hasil penambangan itu terpajang dalam bentuk batu maupun perhiasan di Pasar Intan Martapura, yang mengintegrasikan Pasar “Batuah” Martapura dengan Pusat Pertokoan Sekumpul, Kawasan Wisata Kuliner, dan Pasar Cahaya Bumi Selamat (CBS). Tapi yang ramai dikunjungi wisatawan untuk berburu batu permata adalah Pasar CBS.

Pasar CBS dibangun di lokasi alun-alun kota, yang telah lama menjadi ruang publik bagi masyarakat Martapura. Yang menonjol adalah keberadaan sebuah monumen besar pilar yang tegak menjulang dan dilengkapi dengan kaligrafi indah yang mencirikan masyarakat Banjar yang religius. Selain dikenal juga sebagai “Kota Santri”, Martapura membanggakan diri sebagai “serambi Mekkah” di Kalimantan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.