Hasanuddin juga menyatakan ADPPI tidak ingin pengembangan panas bumi semata-mata berorientasi pada kepentingan investasi. Menurutnya, manfaat terbesar harus kembali kepada daerah penghasil dan masyarakat di sekitar wilayah kerja.
“Yang kita target adalah panas bumi ini bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, ADPPI merupakan organisasi yang mandiri dan berkomitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat daerah penghasil panas bumi.
Di sisi lain, Hasanuddin berharap para praktisi dan pelaku industri geothermal lebih aktif melakukan sosialisasi. Menurutnya, panas bumi selama ini masih menjadi isu yang lebih banyak dibicarakan di kalangan tertentu dan belum sepenuhnya dipahami masyarakat luas.
“Isu geothermal masih sebatas isu elitis, isu yang hanya di kalangan tertentu saja,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong edukasi publik diperkuat agar masyarakat memahami bahwa panas bumi merupakan sumber energi terbarukan yang dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih.
Hasanuddin berharap forum diskusi mengenai panas bumi terus diperbanyak dengan melibatkan berbagai perspektif.
“Saya harap diskusi-diskusi seperti ini terus dilakukan dan dimasifkan untuk menangkap perspektif yang lebih luas,” pungkasnya.











