JAKARTA, Radarjakarta.id – Founder Kontra Narasi, Sandri Rumanama optimistis Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mampu menjalankan tugas sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan memperkuat pengawalan terhadap berbagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Listyo Sigit Prabowo resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada Kamis, 1 Oktober 2026, di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Sandri Rumanama mengatakan, pengalaman Listyo Sigit selama memimpin Korps Bhayangkara menjadi salah satu modal dalam menjalankan tugas barunya. Menurutnya, pengalaman memimpin institusi besar serta melakukan koordinasi lintas sektor dapat mendukung pelaksanaan fungsi KSP.
“Saya optimistis beliau sebagai Kepala Staf Kepresidenan yang baru mampu mengeksekusi program-program pemerintah dengan baik sesuai dengan tugas utamanya,” ujar Sandri Rumanama dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Menurut Sandri, KSP memiliki peran penting dalam membantu Presiden dan Wakil Presiden mengendalikan program-program prioritas nasional, sekaligus mengelola isu strategis yang membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Ia optimistis pengalaman Listyo Sigit dapat digunakan untuk memastikan berbagai program pemerintah berjalan sejalan dengan visi dan misi Presiden.
“Dari pengalaman beliau, Pak Listyo Sigit Prabowo, saya optimistis program nasional dapat dikawal agar berjalan sesuai dengan visi dan misi Presiden selama beliau bertugas di KSP,” katanya.
Sandri juga menyoroti sejumlah program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan pangan, dan Koperasi Merah Putih. Menurutnya, program-program tersebut membutuhkan koordinasi yang kuat agar proses implementasinya dapat berjalan efektif.
“Program-program Presiden sudah beliau kawal sejak memimpin Korps Bhayangkara. Apalagi sekarang beliau menjabat sebagai KSP, saya optimistis pengawalan dan koordinasi terhadap program-program tersebut dapat semakin diperkuat,” ujar Sandri.
Lebih lanjut, Founder Kontra Narasi tersebut menilai fungsi percepatan dan debottlenecking menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan tugas KSP.
Sandri menjelaskan, debottlenecking diperlukan untuk membantu mengurai hambatan atau kebuntuan birokrasi yang terjadi dalam koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
“Percepatan dan debottlenecking sangat penting agar berbagai hambatan birokrasi dapat segera diatasi. Dengan koordinasi yang kuat, program prioritas pemerintah dapat berjalan lebih efektif,” jelasnya.
Sandri Rumanama berharap Listyo Sigit dapat memanfaatkan pengalaman kepemimpinannya untuk memperkuat koordinasi antara KSP, kementerian, dan lembaga terkait.
“Saya optimistis kehadiran Pak Listyo Sigit di KSP dapat memberikan penguatan dalam pengawalan program pemerintah, terutama dalam memastikan kebijakan Presiden dapat diterjemahkan dan dilaksanakan secara konkret di lapangan,” pungkas Sandri.











