Financial Wellness Kian Jadi Prioritas, Mekari Flex Perkuat Strategi Employee Benefit Perusahaan

Ilustrasi
banner 468x60

Cerita dari Lapangan

Dampak ini sudah dirasakan langsung oleh perusahaan yang lebih dulu mengadopsi Mekari Flex. Di sebuah perusahaan dengan jumlah karyawan 400 orang, kebutuhan dana darurat tidak lagi membebani arus kas perusahaan.

“Sebelum menggunakan Mekari Flex, sistem kasbon tradisional berisiko mengganggu arus kas (cash flow) perusahaan karena menggunakan dana operasional internal. Dengan fitur Earned Wage Access (EWA), risiko cash flow tersebut dapat diminimalisir sepenuhnya tanpa mengganggu likuiditas bisnis. Di sisi lain, karyawan mendapatkan akses dana darurat secara instan dan aman kapan saja. Ini solusi win-win: keuangan perusahaan tetap terjaga sehat, dan karyawan lebih tenang secara finansial,” ujar salah satu jajaran manajemen yang membidangi people & culture.

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh seorang HR Manager yang telah menerapkan Mekari Flex di perusahaannya. Menurutnya, kehadiran EWA mengubah cara timnya menangani permintaan dana mendesak dari karyawan.

“Pinjaman langsung sering kali sulit dikontrol, dan proses pembayarannya pun kurang disiplin. Dengan Mekari Flex, karyawan tidak perlu lagi mengajukan pinjaman. Mereka cukup menggunakan fitur Earned Wage Access, dan dana yang dicairkan akan otomatis dipotong saat proses payroll,” ujarnya.

Secara keseluruhan, perusahaan pengguna Mekari Flex melaporkan penurunan beban administrasi HR dan Finance hingga 50-70%, sementara proses kasbon manual dan reimbursement berkurang hampir sepenuhnya. Saat ini, Mekari Flex sudah digunakan oleh lebih dari 600 perusahaan dengan 70.000 karyawan di Indonesia, termasuk Ruangguru, Paxel, Pinhome, Kitabisa.com, Good Doctor, dan MS Glow.
CEO Mekari, Suwandi Soh, menjelaskan bahwa pergeseran ini mencerminkan perubahan cara perusahaan memandang employee benefit.

“Saat ini, employee benefits bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi bagian dari strategi perusahaan untuk menarik dan mempertahankan talenta. Karyawan mengharapkan benefit yang relevan dengan kebutuhan mereka, baik untuk kesehatan, kebutuhan finansial mendesak, maupun masa depan. Kami percaya employee benefits bukan biaya tambahan, melainkan investasi untuk tenaga kerja yang lebih produktif dan berkelanjutan,” ujar Suwandi.

Sementara itu, Head of Business Mekari Flex, Stevens Jethefer, menyoroti tantangan operasional yang selama ini dihadapi HR.

“Tantangan terbesar HR bukan cuma menyediakan benefit, tapi mengelolanya secara efisien. Banyak perusahaan masih menjalankan administrasi lewat vendor dan proses yang terpisah-pisah, sehingga sulit dipantau. Lewat Mekari Flex, kami ingin menyederhanakan semua itu, HR bisa mengelola Accessible Salary, flexible benefits, asuransi, hingga DPLK dalam satu platform yang terhubung langsung dengan Mekari Talenta. Perusahaan tidak hanya mengurangi beban administrasi, tapi juga bisa menghadirkan pengalaman benefit yang lebih baik bagi karyawan,” tutup Stevens.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.