RADAR JAKARTA|Jakarta – Dunia pers Indonesia diguncang kabar mengejutkan. Setelah hampir setahun penuh dilanda konflik panas dan perpecahan yang mengoyak tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dua “panglima besar” yang berseteru akhirnya berdamai secara dramatis dalam sebuah negosiasi maraton yang berlangsung hingga jelang tengah malam!
Ya, Hendry Ch Bangun, Ketua Umum PWI hasil Kongres Bandung 2023, dan Zulmansyah Sekedang, Ketua Umum versi Kongres Luar Biasa (KLB) 2024, akhirnya mengubur kapak perang dan sepakat menggelar Kongres Persatuan PWI paling lambat 30 Agustus 2025 di Jakarta.
Kesepakatan mengejutkan itu dituangkan dalam dokumen resmi bermaterai bernama “Kesepakatan Jakarta”, yang ditandatangani dengan penuh haru, disaksikan langsung oleh mediator kunci: anggota Dewan Pers, Dahlan Dahi.
Drama Islah 4 Jam Penuh Tegang-Tawa
Negosiasi berdurasi empat jam itu bukan tanpa tensi. Adu argumen, perdebatan tajam, hingga tawa pecah beberapa kali mewarnai jalannya perundingan. Namun pada akhirnya, semangat persatuan dan tanggung jawab terhadap masa depan pers Indonesia menjadi benang merah yang menyatukan keduanya.
“Bang Hendry dan Bang Zul sangat keras dalam prinsip. Tapi kebesaran jiwa mereka luar biasa. Ini bukan sekadar rekonsiliasi, ini sejarah hidup PWI!” ujar Dahlan yang turut menyusun naskah islah tersebut.
PWI Hampir Kolaps, Kini Siap Bangkit
Selama setahun terakhir, PWI nyaris lumpuh. Program kerja mandek, anggota terpecah, dan kepercayaan publik anjlok. Hendry sendiri mengakui bahwa PWI sempat tertahan karena konflik internal.
“Kini saatnya move on! PWI harus menatap masa depan dengan semangat persatuan. Cukup sudah kita terbelenggu oleh konflik,” tegas Hendry.
Zulmansyah pun menambahkan, “Ini sejarah! PWI harus kembali guyub, kuat, dan menjadi rumah besar wartawan se-Indonesia.”
Netizen Heboh: “Akhirnya Dewasa Juga!”
Kabar islah ini langsung viral dan memantik beragam komentar netizen:
“Alhamdulillah, akhirnya wartawan bisa rukun. Masa tukang liput ribut terus?” – @opinionatedRakyat
“Luar biasa. Ini baru pemimpin sejati. Mending ngopi bareng daripada adu ego terus!” – @lensajurnalis
“Semoga beneran damai ya, jangan cuma tanda tangan terus ribut lagi ntar!” – @cepu_media
Kongres Akbar & Calon Ketua Umum Baru
Yang bikin makin panas: Kesepakatan Jakarta membuka jalan bagi semua anggota PWI untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum! Bahkan, hambatan administratif akibat konflik akan dihapus demi menjunjung prinsip keadilan dan inklusivitas.
“Siapa pun anggota biasa PWI bisa maju! Tak boleh ada lagi hambatan, ini era baru!” bunyi dokumen Kesepakatan Jakarta.
OC dan SC (panitia pelaksana dan pengarah) akan dibentuk dari dua kubu, memastikan kongres berjalan transparan dan demokratis.
PWI: Dari Pecah Belah Menuju Sejarah Baru
Dengan 30.000 anggota di 39 provinsi dan sekitar 20.000 bersertifikat, PWI memiliki kekuatan besar dalam peta media nasional. Kini, setelah konflik yang sempat membuat organisasi lumpuh, rekonsiliasi ini menjadi sinyal kebangkitan yang sangat ditunggu.
Apakah ini benar-benar akhir dari dualisme? Atau awal dari babak baru yang lebih sehat dan produktif bagi dunia pers nasional? Publik menanti, sejarah mencatat.
Dua Ketum PWI Akhirnya Damai: Konflik Panas Setahun Pecah Rekor Islah, Siap Gelar Kongres Akbar Persatuan!










