Badan Bahasa Tekankan Pentingnya Kolaborasi Bangun Literasi Perbatasan

Gelar Wicara: Cerita dari Perbatasan Indonesia di Malinau. (Foto: Radarjakarta.id/Ilham)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Gelar Wicara: Cerita dari Perbatasan Indonesia di Malinau, di Aula Sasadu, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang menggandeng Kedutaan Besar Australia ini menghadirkan narasumber Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin, Bunda Literasi Kabupaten Malinau Maylenty Wempi, Kepala Desa Kuala Lapang, Ketua Ikatan Keluarga Baca Malinau (IKBM), serta TBM Lasan Baca Desa Punan Gong.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Gelar Wicara tersebut menjadi forum berbagi praktik baik pembangunan literasi di wilayah perbatasan melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, komunitas, keluarga, dan satuan pendidikan.

Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo mengatakan, partisipasi semesta menjadi strategi utama dalam kebijakan nasional pendidikan untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat.

“Dalam rangka kebijakan nasional Kemendikdasmen menempatkan partisipasi semesta sebagai salah satu strategi utama dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Strategi ini menempatkan masyarakat sebagai aktor utama perubahan,” ujar Imam dalam sambutannya, Kamis (21/5/2026).

Menurut Imam, peningkatan kualitas pendidikan, termasuk penguatan budaya literasi, harus dilakukan melalui keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.

“Oleh karena itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menghadirkan Bunda Literasi Kabupaten Malinau dan tim yang memiliki praktik baik pelaksanaan literasi di Kabupaten Malinau,” katanya.

Imam menjelaskan, kegiatan tersebut mengusung tema “Praktik Baik Partisipasi Semesta dalam Pembangunan Literasi”. Tema itu dipilih untuk menyebarluaskan praktik baik Malinau sebagai model pembangunan literasi berbasis kolaborasi.

Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan menghubungkan praktik lapangan dengan arah kebijakan nasional Kemendikdasmen, mendorong pemerintah daerah mengadopsi pendekatan kolaboratif dalam pembangunan literasi, serta memperkuat peran Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sebagai penggerak literasi nasional berbasis kemitraan.

Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Malinau Maylenty Wempi mengatakan bahwa gerakan literasi di Kabupaten Malinau dibangun sebagai gerakan bersama yang melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, komunitas penggiat literasi, guru, keluarga, dan satuan pendidikan.

“Gerakan literasi di Malinau tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan membaca, tetapi juga menjadi sarana membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat melalui berbagai kegiatan bersama,” kata Maylenty dalam paparannya.

Menurut Maylenty, literasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan komunikasi masyarakat sekaligus membantu masyarakat memahami berbagai kondisi di daerahnya.

“Literasi merupakan masa depan daerah kami. Gerakan literasi ini sampai ke pelosok, semua bergerak untuk peningkatan literasi,” ujarnya.

Maylenty menjelaskan, penguatan budaya baca di Malinau dilakukan melalui pembangunan ekosistem literasi hingga tingkat desa, penguatan komunitas belajar, serta pengembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

“Gerakan literasi bukan hanya tugas pemerintah saja, tetapi juga tugas masyarakat, satuan pendidikan, komunitas, guru, dan keluarga,” katanya.

Ia menambahkan, budaya membaca terus didorong agar gerakan literasi dapat tumbuh secara berkelanjutan di tengah masyarakat, termasuk di wilayah pelosok dan perbatasan.

“Kami membudayakan gerakan membaca, membangun ekosistem literasi hingga ke desa, penguatan komunitas belajar dan mengembangkan taman bacaan,” tuturnya.

Menurut Maylenty, penguatan ekosistem literasi tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah taman bacaan dan pegiat literasi di Kabupaten Malinau. Pada 2020 terdapat lima TBM dengan 11 penggiat, sedangkan pada 2025/2026 meningkat menjadi 96 TBM dengan 768 penggiat literasi.

“Kami telah membangun ekosistem literasi sehingga Taman Bacaan Masyarakat mengalami peningkatan signifikan,” katanya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.