Ledakan Gas di Duri Kepa Hancurkan 10 Rumah, 12 Orang Terluka

banner 468x60

JAKARTA BARAT, Radarjakarta.id – Ledakan tabung gas LPG 3 kilogram mengguncang permukiman warga di Jalan Guji Baru, RT 006/RW 002, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 04.20 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan 10 rumah mengalami kerusakan dan belasan warga menjadi korban luka.

Ledakan terjadi ketika sebagian besar warga masih terlelap. Suara dentuman keras membuat penghuni rumah berhamburan menyelamatkan diri. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat, dengan tiga rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah. Atap dan bagian dinding bangunan runtuh hingga puing-puing berserakan di sekitar lokasi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kapolsek Kebon Jeruk AKP Darto Napitupulu menjelaskan, ledakan diduga bermula dari kebocoran tabung LPG saat seorang warga bernama Sayuti hendak menyalakan kompor di dapur rumahnya. Dugaan awal tersebut menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian untuk memastikan penyebab kejadian.

Sementara itu, seorang warga, Bambang Irawan (39), menyampaikan dugaan bahwa terdapat tabung gas yang sebelumnya mengalami kebocoran dan masih berada di dalam rumah. Menurut kesaksiannya, gas diduga memenuhi ruangan sebelum muncul percikan api ketika kompor dinyalakan. Namun, keterangan warga tersebut masih perlu diuji melalui pemeriksaan teknis dan penyelidikan pihak berwenang.

Data yang disampaikan Lurah Duri Kepa, Arie Lystha, kepada wartawan menyebutkan sebanyak 12 orang mengalami luka, terdiri atas tujuh orang luka ringan dan lima orang luka berat. Lima korban dengan luka berat dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sementara itu, laporan perkembangan media pada Jumat (6/11/2026) menyebutkan delapan orang terluka, dengan tiga di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Perbedaan angka tersebut menunjukkan perlunya pembaruan data korban secara terpadu.

Untuk mengungkap penyebab pasti ledakan, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) telah mendatangi lokasi dan mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk tabung gas yang diduga menjadi sumber ledakan. Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Sobari menyatakan penyelidikan masih berlangsung. Sementara itu, pemerintah setempat bersama BPBD dan Sudinsos Jakarta Barat menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Sebanyak 29 warga dari 13 kepala keluarga turut terdampak dan sebagian belum dapat kembali menempati rumah mereka.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan tabung LPG di lingkungan permukiman. Meski dugaan kebocoran telah disampaikan, penyebab teknis ledakan tetap harus menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor dan keterangan resmi kepolisian agar tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.