Tragedi Atlet Selam: Syabilla Rizkia Peraih Dua Emas Meninggal, Jepara Berduka

banner 468x60

SEMARANG, Radarjakarta.id — Dunia olahraga Jawa Tengah berduka setelah atlet selam asal Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja (22), meninggal dunia saat mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 di kawasan perairan Awann Costa, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Minggu (25/10/2026). Kepergiannya menjadi perhatian serius terkait keselamatan atlet dalam kompetisi perairan terbuka.

Sebelum insiden terjadi, Syabilla telah mempersembahkan dua medali emas bagi kontingen Jepara dari nomor selam kolam 100 meter dan 200 meter bifins putri. Namun, saat mengikuti nomor open water finswimming sejauh 3.000 meter, ia mengalami insiden di laut. Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, saksi yang bertugas sebagai motoris perlombaan melihat Syabilla melambaikan tangan dua kali ketika lomba berlangsung. Petugas sempat mendekat, tetapi Syabilla dilaporkan kembali melanjutkan perlombaan.

Memasuki putaran berikutnya, Syabilla dilaporkan mulai tenggelam dan kemudian dievakuasi oleh petugas ke tepi pantai. Ia mendapatkan pertolongan awal sebelum dibawa ke rumah sakit. Namun, upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00–10.00 WIB. Informasi awal menyebutkan korban diduga mengalami kelelahan, tetapi penyebab pasti kematiannya harus mengacu pada hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan resmi.

Kepolisian Resor Kota Besar Semarang menyelidiki peristiwa tersebut untuk memastikan penyebab kematian Syabilla dan mendalami rangkaian kejadian di lokasi lomba. Pada Senin (26/10/2026), Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Erlin Tan Jaya menyampaikan bahwa pemeriksaan medis menemukan banyak air di paru-paru korban. Temuan itu menjadi bagian dari informasi penyelidikan, bukan kesimpulan akhir mengenai seluruh penyebab kejadian. Sejumlah saksi juga diperiksa untuk mengungkap secara utuh jalannya perlombaan dan penanganan darurat.

Di sisi penyelenggaraan, Ketua KONI Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh. Evaluasi mencakup kesiapan perlengkapan keselamatan, pola pengawasan atlet di lintasan laut, serta kecukupan personel penyelamat. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen juga menyampaikan belasungkawa ketika mengunjungi keluarga Syabilla di Kelurahan Pengkol, Kabupaten Jepara, Senin (26/10/2026). Pemerintah provinsi bersama penyelenggara menyatakan perlunya peninjauan aspek keselamatan, khususnya pada pertandingan di perairan terbuka.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelumnya mengajak peserta mendoakan Syabilla dalam rangkaian pembukaan Porprov di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (25/10/2026). Dukungan dan ungkapan duka juga datang dari berbagai kontingen. Meski demikian, penghormatan terhadap prestasi almarhumah perlu berjalan beriringan dengan penelusuran fakta secara transparan agar penyebab insiden dan kecukupan prosedur keselamatan dapat dijelaskan secara bertanggung jawab.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan atlet harus menjadi prioritas dalam setiap kompetisi. Hasil evaluasi nantinya diharapkan menjelaskan kesiapan pengawasan, respons terhadap isyarat darurat, prosedur evakuasi, serta koordinasi tim medis dan penyelamat. Syabilla telah mengharumkan nama Jepara melalui dua medali emasnya. Kini, penyelidikan yang objektif dan perbaikan sistem keselamatan menjadi langkah penting agar risiko serupa dapat dicegah dalam penyelenggaraan olahraga berikutnya.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.