DEPOK, Radarjakarta.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok membidik posisi 10 besar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Kontingen Depok menargetkan minimal 30 medali emas dengan tingk kesiapan atlet yang disebut telah mencapai 99 persen.
Ketua KONI Kota Depok Herry Suprianto mengatakan, doa bersama dan santunan anak yatim digelar menjelang pelaksanaan Porprov sebagai bentuk ikhtiar sekaligus pelengkap dari persiapan yang telah dilakukan.
“Harapannya, para atlet diberikan kesehatan, mampu meraih prestasi, dan penyelenggaraan Porprov berjalan sukses,” ujarnya kepada wartawan usai doa bersama dan santunan anak yatim di kantor KONI pada Rabu (14/10/2026) sore.
Herry mengatakan kesiapan atlet Depok secara umum sudah mencapai 99 persen.
“Pengurus cabang olahraga dan atlet juga disebut memiliki komitmen kuat untuk memenuhi target yang telah ditetapkan,” tuturnya.
Dia optimistis target 10 besar dengan minimal 30 medali emas bisa tercapai. Target itu, kata dia, disusun berdasarkan parameter dan perhitungan yang terukur.
Dalam empat tahun terakhir, terutama sejak 2022, pembinaan olahraga prestasi di Kota Depok dinilai menunjukkan perkembangan positif.
“Para pengurus cabang olahraga terus berkonsentrasi mempersiapkan atlet untuk menghadapi Porprov 2026,” tuturnya.
Herry menyebut sekitar 70 persen cabang olahraga memiliki potensi untuk menyumbangkan prestasi bagi kontingen Depok.
Sejumlah cabang olahraga yang diandalkan di antaranya tarung derajat, karate, taekwondo, sepak takraw, dan atletik.
Meski begitu, KONI Depok tidak merinci seluruh cabang olahraga potensial.
Langkah tersebut dilakukan agar cabang olahraga lain yang juga memiliki peluang tetap termotivasi untuk memberikan hasil terbaik.
Persaingan antar daerah menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi kontingen Depok.
“Sejumlah daerah yang perlu diwaspadai, termasuk Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bogor, serta wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.
Meski persaingan diperkirakan ketat, Herry menilai program pembinaan yang dijalankan selama ini memperlihatkan progres yang baik.
“Atlet Depok telah menorehkan prestasi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Salah satunya atlet sepatu roda yang baru meraih gelar juara Asia,” ungkapnya.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi atlet lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan memberikan hasil maksimal pada Porprov mendatang.
Saat ini, seluruh cabang olahraga kontingen Depok tengah menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC). Tahap ini menjadi bagian dari persiapan akhir sebelum para atlet bertanding.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Depok Mangnguluang Mansur mengatakan bonus bagi para atlet telah dipersiapkan.
“Pemberiannya direncanakan melalui anggaran 2027,” ucapnya.
Informasi mengenai bonus tersebut akan disampaikan saat para atlet dikumpulkan. Bonus diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi atlet yang berjuang membawa nama Kota Depok.
Dia berharap para atlet bisa tampil maksimal dan fokus pada cabang olahraga masing-masing.
Menurutnya, pihak manajemen tidak ingin memaksakan kehendak kepada atlet. Sebaliknya, para atlet didorong untuk menunjukkan kemampuan terbaik setelah menjalani latihan dan persiapan.
Dengan kesiapan yang terus dimatangkan, KONI dan Pemerintah Kota Depok berharap target masuk 10 besar Porprov 2026 dengan raihan minimal 30 medali emas dapat tercapai.











