TANGERANG, Radarjakarta.id — Pelayanan kesehatan di Puskesmas Kutabumi, Kabupaten Tangerang, menjadi salah satu bagian penting dalam memberikan akses kesehatan dasar kepada masyarakat. Dari hasil pemantauan pelayanan, sejumlah bagian terlihat berjalan dengan baik, mulai dari area parkir, keamanan, pendaftaran, pelayanan BPJS, pemeriksaan awal, ruang dokter hingga pelayanan persalinan.
Secara umum, suasana pelayanan di Puskesmas Kutabumi terlihat cukup tertib. Area parkir kendaraan tampak rapi dan petugas keamanan atau satpam terlihat membantu serta memberikan pelayanan dengan sikap ramah kepada masyarakat yang datang untuk berobat.
Pada bagian administrasi, pelayanan input data peserta BPJS juga berjalan cukup baik. Petugas memberikan arahan kepada pasien mengenai proses administrasi sebelum pasien melanjutkan ke tahapan pemeriksaan berikutnya. Pelayanan pendaftaran pasien juga terlihat cukup tertib sehingga masyarakat dapat mengikuti alur pelayanan sesuai kebutuhan.
Salah satu pelayanan yang mendapat perhatian positif adalah pemeriksaan awal berupa penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan pemeriksaan tekanan darah. Pelayanan tersebut dilakukan dengan ramah oleh petugas Santi (43). Meski bukan petugas medis, Santi yang bertugas membantu pelayanan umum terlihat melayani pasien dengan penuh perhatian.
“Saya senang bisa membantu para pasien, biar cepat mereka bisa istirahat di rumah, kan orang sakit butuh istirahat,” ujar Santi.
Pelayanan kemudian berlanjut ke sejumlah unit sesuai kebutuhan pasien, antara lain dokter umum, pelayanan anak, pelayanan lanjut usia, THT, dokter gigi, kebidanan, ruang rujukan dan pengurusan surat keterangan sakit, kasir, ruang obat atau farmasi hingga laboratorium. Setiap bagian memiliki peran berbeda dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan secara berkesinambungan.
Ruang Persalinan 24 Jam, Petugas Ramah dan Komunikatif
Hal menarik juga terlihat di ruang persalinan Puskesmas Kutabumi. Pelayanan persalinan tersedia selama 24 jam. Suasana pelayanan yang ditemui justru jauh dari kesan kaku. Petugas yang sedang piket terlihat ramah, komunikatif dan sesekali mencairkan suasana dengan humor sehingga keluarga pasien merasa lebih nyaman.
Salah satunya Bidan Rina Kastuti Panduwati. Ketika seorang suami pasien datang untuk menanyakan kondisi kehamilan istrinya, Rina memberikan penjelasan dengan ramah dan komunikatif. Sikap tersebut menjadi bagian penting dalam membangun rasa percaya keluarga pasien terhadap tenaga kesehatan.
Pelayanan yang humanis seperti ini penting karena pasien dan keluarga tidak hanya membutuhkan tindakan medis, tetapi juga informasi yang jelas, sikap menghargai serta suasana pelayanan yang membuat mereka merasa aman.
Kondisi tersebut sejalan dengan prinsip penyelenggaraan Puskesmas yang menempatkan pelayanan kesehatan primer sebagai kontak pertama masyarakat dan mengharuskan pelayanan dilakukan secara komprehensif, berkesinambungan serta bermutu.
Catatan di Laboratorium Perlu Menjadi Evaluasi
Meski sebagian besar pelayanan yang dipantau terlihat baik, masih ditemukan satu catatan yang perlu mendapat perhatian, yakni pada bagian pendaftaran laboratorium.
Dalam pemantauan, seorang pasien laki-laki terlihat menyerahkan kertas berisi nama pasien ke loket. Petugas kemudian langsung mengatakan, “Ke kasir dulu.”
Ucapan tersebut memang memberikan arahan kepada pasien, tetapi dari sisi pelayanan prima, komunikasi dapat dibuat lebih humanis, misalnya dengan sapaan dan penjelasan singkat agar pasien memahami tahapan yang harus dilakukan.
Catatan lainnya terjadi ketika terdapat seorang anak balita dalam kondisi terlihat lemas yang sebelumnya telah melakukan pendaftaran. Dalam pemantauan, data anak tersebut belum langsung diteruskan kepada petugas pemeriksaan darah atau urine sehingga keluarga pasien terlihat kecewa dan harus menunggu.
Kondisi ini menjadi catatan yang patut dievaluasi, terutama terkait koordinasi antarloket dan mekanisme penanganan pasien yang membutuhkan perhatian lebih. Dalam pelayanan kesehatan, kebutuhan pasien harus diperhatikan berdasarkan kondisi klinis dan ketentuan prioritas pelayanan yang berlaku di fasilitas kesehatan, bukan semata-mata berdasarkan urutan kedatangan.
Pelayanan Prima Perlu Konsisten di Semua Loket
Secara keseluruhan, hasil pemantauan menunjukkan pelayanan Puskesmas Kutabumi sudah memperlihatkan banyak sisi positif. Keramahan satpam, kerapian parkir, pelayanan administrasi BPJS, pendaftaran, pemeriksaan awal, pelayanan dokter hingga ruang persalinan memberikan kesan bahwa sebagian besar petugas berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik.
Namun, pelayanan prima tidak hanya diukur dari banyaknya unit yang sudah berjalan baik. Konsistensi komunikasi, ketepatan alur administrasi, koordinasi antarbagian, kecepatan pelayanan dan perhatian terhadap pasien yang membutuhkan penanganan lebih juga menjadi bagian penting dari mutu pelayanan.
Kementerian Kesehatan melalui Permenkes Nomor 19 Tahun 2024 menegaskan bahwa setiap Puskesmas wajib melakukan peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara internal dan eksternal secara terus-menerus, termasuk melalui pengukuran indikator mutu, pelaporan insiden keselamatan pasien dan manajemen risiko.
Karena itu, catatan kecil di laboratorium sebaiknya tidak dipandang sebagai kritik semata, tetapi menjadi bahan evaluasi agar standar pelayanan yang sudah baik di bagian lain dapat diterapkan secara konsisten di seluruh unit.
Dengan pelayanan yang ramah, komunikasi yang baik, alur yang jelas dan koordinasi antarpelayanan yang semakin kuat, Puskesmas Kutabumi berpotensi terus meningkatkan kepercayaan masyarakat sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang dekat dengan kebutuhan warga.***











