Wapres Tinjau Infrastruktur Terdampak Banjir Bandang Solok, Dorong Percepatan Pemulihan

banner 468x60

SOLOK, Radarjakarta.id — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau sejumlah infrastruktur dan fasilitas publik yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi infrastruktur pascabencana sekaligus memastikan proses pemulihan dan perbaikan akses serta layanan publik dapat segera dilakukan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Saat meninjau Jembatan Arosuka yang menjadi salah satu akses penghubung Kota Padang dan Kabupaten Solok, Wapres meminta kerusakan sarana dan prasarana jembatan serta ruas jalan di sekitarnya segera ditangani. Aspek keselamatan masyarakat yang melintas juga menjadi perhatian utama.

“Prioritas sekarang, akses utama harus segera pulih. Kita pastikan jalur yang digunakan masyarakat aman, sehingga mobilitas warga, distribusi bantuan, dan pelayanan pemerintahan bisa kembali berjalan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” ujar Wapres.

Setelah meninjau infrastruktur penghubung antardaerah, Wapres melanjutkan kunjungan ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok yang turut terdampak banjir. Ia meminta pemerintah daerah melakukan pendataan menyeluruh terhadap fasilitas yang mengalami kerusakan.

Banjir bandang yang terjadi pada Senin malam (21/9/2026) dilaporkan merusak sedikitnya 12 bangunan perkantoran di Kabupaten Solok. Pendataan diperlukan untuk menentukan bentuk penanganan berdasarkan tingkat kerusakan dan urgensinya, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan.

“Untuk fasilitas penyelenggaraan pemerintahan yang terdampak, segera didata, mana yang membutuhkan penanganan darurat, mana yang membutuhkan perbaikan permanen. Hal yang paling penting, pelayanan kepada masyarakat jangan sampai berhenti,” tegasnya.

Wapres juga menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya dilakukan setelah air surut. Material berupa lumpur, pasir, batu, kayu, hingga longsoran harus segera dibersihkan agar akses masyarakat kembali terbuka. Pemulihan jalan dan jembatan, permukiman, lahan pertanian, masjid, fasilitas umum, serta kantor pemerintahan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi.

Dalam rapat koordinasi penanganan dampak banjir bandang di Posko Utama, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas dalam tahap pemulihan. Salah satunya pembangunan sabo dam sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana, selain perbaikan berbagai fasilitas yang terdampak.

“Rencana pembangunan sabo dam ke depan ini penting. Selain itu, perbaikan gedung kantor yang berkaitan dengan pelayanan publik, perbaikan sawah, rumah, dan masjid,” kata Jon Firman Pandu.

Percepatan penanganan tersebut diharapkan dapat memulihkan akses dan layanan dasar masyarakat serta mendukung kembalinya aktivitas warga secara bertahap setelah bencana.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.