MALUKU UTARA, Radarjakarta.id – Satbrimob Polda Maluku Utara memperkuat pengamanan pascakonflik sosial antara Desa Sibenpopo dan sejumlah desa di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah. Atas perintah Dansatbrimob Polda Maluku Utara Kombes Pol. Handri Wira Suriyana, sebanyak 250 personel disiagakan untuk mengawal proses penegakan hukum sekaligus mengantisipasi mobilisasi massa dan konflik susulan.
Pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 05.45 WIT, personel Satbrimob mendukung upaya paksa Ditreskrimum Polda Maluku Utara terhadap tujuh tersangka terkait perkara penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia, almarhum Silas Jiko, serta perkara penghasutan dan pembakaran rumah warga. Lima tersangka berhasil diamankan dan dibawa ke Mako Polda Maluku Utara, sementara dua lainnya belum ditemukan di kediamannya.
Pasca proses tersebut, massa mulai berkonsentrasi di ujung kampung Desa Bobane Remdi hingga mencapai sekitar 100 orang. Situasi berkembang dengan aksi pelemparan batu dan pemalangan jalan. Personel Kompi Taktis PHH Brimob di bawah pimpinan Pasi Ops Yon B Pelopor AKP Safie Haimia terlebih dahulu melakukan imbauan persuasif.
Namun, massa tetap melakukan pelemparan dan sejumlah orang berupaya merampas senjata api yang diamankan Briptu Rivaldi Wari dan Bripda Gufran. Keduanya mengalami luka lebam pada wajah. Personel PHH kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur dengan mendorong massa serta menggunakan gas air mata untuk mengendalikan situasi.
Dalam kejadian tersebut, empat orang diamankan karena diduga terlibat dalam pengeroyokan personel, upaya perampasan senjata api, pelemparan batu, dan pemalangan jalan. Personel Brimob juga membuka kembali akses jalan yang sempat dipalang.
Sekitar pukul 08.00 WIT, massa kembali berupaya bergerak menuju Moreala dan Desa Sibenpopo melalui jalur pantai. Satbrimob melakukan penyekatan untuk mencegah pertemuan antarkelompok yang berpotensi memicu konflik baru. Gas air mata digunakan saat massa berupaya menerobos barikade.
Hingga pukul 08.30 WIT, massa masih berkonsentrasi di wilayah Desa Bobane Remdi. Satbrimob Polda Maluku Utara terus memperkuat penyekatan, mengamankan jalur pergerakan, serta melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
Upaya menjaga situasi tetap kondusif turut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Sekitar pukul 09.25 WIT, Wakil Bupati Halmahera Tengah Ahlan Djumadil mendatangi Poskotis di Desa Moreala untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan.
Satbrimob Polda Maluku Utara terus melakukan pengamanan dan pemantauan secara terukur guna memastikan proses penegakan hukum berjalan aman, mencegah benturan antarkelompok, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.










