PERU, Radarjakarta.id – Calon Gubernur Regional Áncash, Peru, Susy Aponte Polo, yang dikenal dengan nama “La China Polo”, tewas ditembak saat menjalankan kegiatan kampanye pada Sabtu, 19 September 2026. Serangan terjadi sekitar pukul 12.40 waktu setempat di kawasan pasar di Avenida Ramón Castilla, Kota Caraz, Provinsi Huaylas, Áncash.
Aponte saat itu tengah melakukan kegiatan politik dan membagikan materi kampanye untuk pemilihan kepala daerah yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026. Ia merupakan kandidat dari gerakan politik Socios por Áncash. Serangan terjadi ketika korban berada di tengah aktivitas kampanye bersama pendukungnya.
Menurut laporan media setempat, pelaku menembakkan senjata api ke arah Aponte dari jarak dekat. Korban mengalami luka tembak dan meninggal dunia. Sejumlah orang lain yang berada di lokasi juga terkena tembakan dan mendapat perawatan di Rumah Sakit San Juan de Dios de Caraz. Laporan kepolisian yang dikutip media Peru menyebut terdapat lima orang yang terluka.
Aparat kemudian menangkap sejumlah orang yang diduga terkait dengan pembunuhan tersebut. Perkembangan penyidikan terbaru yang dilaporkan UOL menyebut tiga orang telah ditahan, masing-masing diduga berkaitan dengan eksekusi, pendanaan, dan transportasi pelaku. Polisi dan jaksa masih mengumpulkan keterangan saksi, rekaman kamera pengawas, serta bukti forensik untuk mengungkap rangkaian kasus tersebut.
Selain berpolitik, Aponte dikenal sebagai jurnalis yang menjalankan platform China Polo Dominical. Melalui aktivitas jurnalistiknya, ia kerap mengangkat laporan mengenai dugaan penyimpangan dan korupsi di sejumlah institusi publik. Beberapa hari sebelum meninggal, ia juga disebut sempat menyampaikan rencana mengungkap sejumlah informasi terkait kandidat politik dan dugaan persoalan lainnya.
Sebelum serangan terjadi, Aponte juga dilaporkan pernah menyampaikan adanya ancaman terhadap dirinya. RPP melaporkan bahwa ia sebelumnya membuat tuduhan mengenai dugaan rencana serangan terhadap dirinya; tuduhan tersebut menjadi bagian dari informasi yang kini turut diperiksa dalam penyelidikan.
Kejaksaan Peru sebelumnya membuka penyelidikan awal atas dugaan feminisida, sementara perkembangan penyidikan kemudian diarahkan untuk mengungkap kemungkinan pembunuhan berencana dan pihak-pihak yang berada di balik serangan. Hingga kini, aparat masih mendalami motif serta hubungan para tersangka dengan kematian Susy Aponte.***











