JAKARTA, Radarjakarta.id – Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, dan Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Merah Putih mulai memantapkan struktur kepengurusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) periode 2026–2031. Sebanyak 143 personel disiapkan untuk menggerakkan organisasi melalui konsep Kabinet Revolusi Ekonomi Rakyat Indonesia.
Ketua Umum/Formateur Terpilih DPP APKLI Merah Putih 2026–2031, dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed mengatakan, pembentukan kepengurusan tersebut diawali dengan doa dan khidmah di kawasan Sumur Lubang Buaya, Monumen Pancasila Sakti, Jakarta.
Momentum tersebut, kata Ali, menjadi bagian penting dalam membangun spirit dan karakter kepemimpinan APKLI Merah Putih.
“Spirit Pahlawan Revolusi menjadi tonggak kepemimpinan satu komando dan tegak lurus. Tidak boleh keluar dari white cross, apalagi melakukan pengkhianatan,” ujar Ali Mahsun di Jakarta, Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, jajaran pengurus DPP APKLI Merah Putih harus memiliki loyalitas, integritas, kapasitas, karakter kuat, serta keberanian mengambil risiko dalam menjalankan amanah organisasi.
“Loyalitas, integritas, kapasitas, inspiring, strong character, dan risk taker menjadi prasyarat personel Dewan Pengurus DPP APKLI Merah Putih 2026–2031. Solid, bersatu, dan tangguh adalah wajah Kabinet Revolusi Ekonomi Rakyat Indonesia,” tegasnya.
143 Personel Perkuat Struktur Organisasi
Rapat formateur yang digelar hingga Sabtu malam, 12 September 2026, menghasilkan sejumlah keputusan penting terkait struktur DPP APKLI Merah Putih.
Dalam kepengurusan periode 2026–2031 tersebut terdapat 11 Wakil Ketua Umum, 44 Ketua Bidang, 8 Wakil Sekretaris Jenderal, 8 Wakil Bendahara Umum, serta 68 Departemen.
Ali Mahsun menjelaskan, komposisi tersebut dirancang sebagai wadah pembauran berbagai kekuatan dan sumber daya manusia.
“Ini merupakan pembauran dan wujud sinergi kolaborasi SDM dari unsur aktivis akar rumput dan non-akar rumput, profesional, pengusaha, jejaring sumber daya ekonomi dan usaha, media, birokrasi, tokoh, akademisi, intelektual, dan cendekia,” jelasnya.
Ia menegaskan APKLI Merah Putih ingin menyatukan seluruh potensi ekonomi rakyat, khususnya pelaku usaha kecil, mikro, dan pedagang kaki lima, dalam satu tata kelola organisasi.
“Tekad kami adalah menyatukan segenap potensi dan sumber daya ekonomi usaha kecil, mikro, dan pedagang kaki lima Indonesia melalui satu pintu, satu rumah, satu data, dan satu tata kelola berbasis profesional, bisnis, dan ekonomi,” katanya.











