Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu 3.500 Meter, Status Naik Jadi Siaga

banner 468x60

KARO, Radarjakarta.id – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) pukul 10.17 WIB. Erupsi tersebut memunculkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 3.500 meter di atas puncak atau mencapai sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan laporan khusus Badan Geologi Nomor 1441.Lap/GL.03/BGL/2026, kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah timur hingga tenggara. Aktivitas erupsi juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 120 milimeter dan masih berlangsung ketika laporan dibuat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Peningkatan aktivitas vulkanik tersebut mendorong Badan Geologi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Kenaikan status berlaku mulai Senin pukul 12.30 WIB.

Sebelum erupsi terjadi, aktivitas kegempaan Gunung Sinabung menunjukkan peningkatan. Pada 31 Agustus tercatat 85 kali gempa vulkanik, satu kali gempa hembusan, dan satu kali tremor harmonik. Badan Geologi menyatakan erupsi tersebut merupakan erupsi awal sehingga masih terdapat kemungkinan terjadinya erupsi yang lebih besar.

Dengan status Siaga, masyarakat dan pengunjung diminta tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi maupun dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Sinabung. Larangan juga berlaku pada radius sektoral enam kilometer di sektor selatan-tenggara.

Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar. Pemerintah daerah, BPBD Sumatera Utara dan BPBD Kabupaten Karo diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung di Desa Ndokum Siroga.

Badan Geologi mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta mengikuti arahan petugas. Perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dapat dipantau melalui kanal resmi MAGMA Indonesia, PVMBG dan Badan Geologi.

Erupsi ini menjadi perhatian karena peningkatan aktivitas vulkanik masih berlangsung. Karena itu, keselamatan warga menjadi prioritas, sementara evaluasi tingkat aktivitas Gunung Sinabung akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan.| Surya Hidayat*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.