JAKARTA, Radarjakarta.id – Kisah seorang pengemudi ojek online (ojol), Bu Suprianti, mendapat perhatian setelah dirinya menyampaikan kendala yang dihadapi melalui kanal LAPOR PAN. Dalam kondisi tengah mengandung tujuh bulan dan menjadi orang tua tunggal, Suprianti tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mempersiapkan biaya persalinan.
Aduan tersebut berkaitan dengan status data kesejahteraan yang tercatat pada desil 7. Kondisi itu membuat Suprianti mengaku belum memperoleh bantuan sosial yang diharapkan, meski ia menghadapi kebutuhan ekonomi dan persiapan persalinan yang semakin dekat.
Kisah Suprianti kemudian mendapat tindak lanjut melalui kegiatan PANsar Murah. Dalam kegiatan tersebut, Putri Zulkifli Hasan atau Putri Zulhas bersama anggota DPR RI dari PAN, Uya Kuya, memberikan bantuan untuk membantu kebutuhan biaya persalinannya.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi Suprianti yang masih harus bekerja di tengah kehamilannya. Pada saat bersamaan, pihak terkait juga menyatakan akan mendorong perbaikan dan pemutakhiran data agar penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran.
Kasus Suprianti menyoroti pentingnya akurasi data penerima bantuan sosial. Status desil dalam basis data kesejahteraan menjadi salah satu faktor yang digunakan dalam menentukan sasaran berbagai program perlindungan sosial. Karena itu, pemutakhiran data diperlukan agar kondisi riil masyarakat dapat tercermin secara lebih akurat.
Putri Zulhas dan Uya Kuya melalui kegiatan tersebut tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga menindaklanjuti persoalan administrasi yang disampaikan melalui kanal pengaduan. Langkah itu diharapkan dapat membantu memastikan persoalan yang dialami masyarakat tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat.
Kisah Suprianti sekaligus menjadi pengingat bahwa kebijakan perlindungan sosial perlu berjalan beriringan dengan mekanisme pengaduan dan verifikasi di lapangan. Dengan data yang akurat dan tindak lanjut yang tepat, bantuan pemerintah maupun dukungan sosial diharapkan dapat diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.***











