Alita Gandeng PLN Electricity Services Kembangkan Teknologi Pemantauan Aset Listrik

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — PT Alita Praya Mitra (Alita) menggandeng PLN Electricity Services (PLN ES) untuk mengembangkan teknologi pemantauan aset listrik. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempermudah pemeriksaan jaringan ketenagalistrikan, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau.

Kemitraan strategis tersebut ditandai dengan Strategic Partnership Signing Ceremony yang digelar di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Mengusung tema “Powering Progress Through Strategic Collaboration”, kerja sama ini menjadi langkah awal kedua perusahaan dalam memadukan kapabilitas teknologi dengan kebutuhan operasional sektor ketenagalistrikan.

Sebagai tahap awal, Alita dan PLN ES akan menjalankan proof of concept (PoC) di bidang Surveillance Asset Management untuk aset jaringan ketenagalistrikan.

Kolaborasi tersebut memadukan kompetensi PLN ES di bidang engineering ketenagalistrikan dengan pengalaman Alita dalam network engineering, teknologi informasi dan komunikasi (ICT), system integration, infrastruktur, serta managed services.

President Director PT Alita Praya Mitra, Joseph Lumban Gaol, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun kemitraan jangka panjang sekaligus menguji pemanfaatan teknologi dalam negeri.

“Penandatanganan ini menjadi momentum penting bagi Alita untuk membangun kemitraan jangka panjang bersama PLN Electricity Services. Kami meyakini talenta dan teknologi dalam negeri memiliki kapabilitas untuk menjawab kebutuhan operasional sektor ketenagalistrikan,” ujar Joseph.

Menurut Joseph, melalui proses validasi bersama, solusi teknologi yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan manfaat terukur sekaligus meningkatkan efektivitas layanan ketenagalistrikan.

Manfaatkan Drone untuk Pantau Aset

Pemanfaatan teknologi menjadi penting mengingat PLN ES memiliki wilayah kerja yang luas. Perusahaan menjalankan kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan transmisi serta distribusi listrik di wilayah Sumatera, Jawa, dan Bali.

Keragaman kondisi geografis menjadi salah satu tantangan dalam pemeriksaan aset. Petugas harus menjangkau kawasan pegunungan, persawahan, hingga lokasi dengan akses terbatas.

Pemeriksaan secara manual dalam kondisi tersebut membutuhkan waktu dan tenaga. Karena itu, teknologi drone dimanfaatkan untuk membantu proses pemantauan dan pengumpulan data di lapangan.

Dalam tahap validasi, solusi asset management berbasis surveillance technology memanfaatkan drone yang dilengkapi sensor LIDAR (Light Detection and Ranging), sensor termal, dan sensor visual.

Data yang diperoleh dari drone selanjutnya diproses untuk memberikan gambaran kondisi aset secara lebih cepat dan akurat.

Perwakilan PLN Electricity Services mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut dapat membantu petugas dalam pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan pemeriksaan langsung di lapangan.

“Ketika memang harus dilakukan secara manual, membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup panjang. Dengan drone, ini bisa membantu kami,” ujarnya.

Meski demikian, penggunaan drone tidak sepenuhnya menggantikan pemeriksaan manual. Pemeriksaan langsung tetap diperlukan untuk memastikan kondisi aset secara menyeluruh.

Teknologi tersebut difungsikan sebagai pendukung agar pemantauan awal dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat.

Data Aset Terintegrasi

Data yang dikumpulkan melalui drone, sensor LIDAR, termal, dan visual selanjutnya diolah Alita menggunakan perangkat lunak pengolahan data.

Hasil pengolahan tersebut kemudian diintegrasikan dan ditampilkan melalui Dashboard Operasional OASIS milik PLN ES.

Sistem ini diharapkan dapat menyediakan informasi kondisi aset secara lebih terkini sehingga mendukung proses pengambilan keputusan dan perencanaan pemeliharaan.

Kolaborasi Alita dan PLN ES juga mempertemukan dua kompetensi dalam bidang Operational Technology (OT). PLN ES memiliki kompetensi ketenagalistrikan, termasuk Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), sedangkan Alita memiliki kapabilitas dalam jaringan komunikasi data dan integrasi sistem.

Direktur Utama PLN Electricity Services, Susiana Mutia, mengatakan kemitraan dengan Alita merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara teknologi dan kemampuan ketenagalistrikan nasional.

“Kemitraan dengan Alita merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara kapabilitas PLN Electricity Services di sektor ketenagalistrikan dengan kompetensi teknologi dan engineering nasional,” kata Susiana.

Menurut Susiana, kebutuhan sektor ketenagalistrikan ke depan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan engineering, tetapi juga membutuhkan dukungan teknologi, infrastruktur, dan integrasi sistem.

Ia menegaskan, pemanfaatan teknologi harus tetap disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan tata kelola perusahaan.

Setiap solusi yang dikembangkan, kata dia, harus memberikan manfaat terukur dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, efektivitas, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap MoU ini tidak berhenti pada seremoni penandatanganan hari ini, melainkan menjadi pintu masuk bagi komunikasi yang lebih konstruktif dan produktif ke depannya,” ujarnya.

Ke depan, Alita dan PLN ES akan menjajaki pengembangan kerja sama di sejumlah bidang lainnya. Hal itu mencakup modernisasi infrastruktur jaringan dan konektivitas aset ketenagalistrikan, integrasi sistem pemantauan berbasis data, serta layanan terkelola untuk mendukung keandalan operasional.

Melalui kemitraan tersebut, kedua perusahaan berharap pemanfaatan teknologi dalam negeri semakin berkembang dan mampu mendukung pengelolaan aset ketenagalistrikan yang lebih efektif, aman, dan berkelanjutan.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.