BANGKOK, Radarjakarta.id — Luna Maya kembali menunjukkan konsistensinya menekuni olahraga kebugaran intensitas tinggi. Aktris dan model tersebut ambil bagian dalam BYD HYROX Bangkok 2026, ajang fitness race yang tengah berkembang pesat dan semakin populer di kalangan pencinta olahraga, termasuk selebritas Indonesia.
Kehadiran Luna di Bangkok menjadi kelanjutan perjalanannya di dunia HYROX. Sebelumnya, ia telah mengikuti kompetisi HYROX internasional di Vienna pada Februari 2026 bersama sahabatnya, Marianne Rumantir. Luna juga turun dalam debut HYROX di Indonesia yang digelar di Jakarta pada Juni 2026.
Di HYROX Jakarta, Luna dan Marianne tampil di kategori doubles dan menyelesaikan perlombaan dengan catatan waktu 1 jam 31 menit 49 detik. Catatan tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan Luna dalam HYROX bukan sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi bagian dari rutinitas olahraga yang dijalani secara serius.
HYROX sendiri merupakan kompetisi kebugaran yang memadukan lari dengan latihan fungsional. Peserta harus menjalani delapan kilometer lari yang diselingi delapan stasiun latihan, mulai dari SkiErg, sled push dan pull, burpee broad jumps, rowing, farmers carry, sandbag lunges hingga wall balls. Format inilah yang membuat HYROX berbeda dari lomba lari biasa maupun latihan gym konvensional.
Popularitas olahraga tersebut juga terus meningkat di Asia. Penyelenggara mencatat HYROX Bangkok menjadi salah satu pasar penting dalam ekspansi regional. Ajang Bangkok 2026 dijadwalkan berlangsung di Queen Sirikit National Convention Center pada 13–16 Agustus dengan proyeksi lebih dari 22.000 peserta, menjadikannya salah satu penyelenggaraan HYROX terbesar di Asia.
Bagi Luna, keterlibatan dalam HYROX juga memperlihatkan perubahan tren gaya hidup selebritas yang tidak lagi sekadar mengejar penampilan, tetapi turut menempatkan kebugaran, daya tahan dan disiplin latihan sebagai bagian penting dari keseharian. Sebelumnya, persiapan Luna menjelang HYROX Vienna juga mendapat perhatian karena ia menjalani latihan strength training dan kardio secara serius.
Kabar mengenai Personal Best (PB) Luna Maya di HYROX Bangkok 2026 menjadi perhatian penggemar olahraga dan gaya hidup. Namun, hingga laporan ini disusun, angka catatan waktu PB tersebut belum ditemukan dalam sumber media kredibel yang dapat diverifikasi. Karena itu, angka waktunya belum dicantumkan untuk menjaga akurasi pemberitaan.
Perjalanan Luna dari Vienna, Jakarta hingga Bangkok sekaligus menggambarkan bagaimana HYROX berkembang menjadi fenomena olahraga baru di Indonesia dan kawasan Asia. Ajang yang menggabungkan endurance dan functional fitness tersebut kini tidak hanya diikuti atlet, tetapi juga figur publik dan masyarakat umum yang ingin menguji kemampuan fisik mereka.
Dengan semakin seringnya Luna Maya tampil di arena HYROX, olahraga fitness race ini pun semakin mendapat sorotan publik. Bukan hanya soal gaya hidup, tetapi juga tentang konsistensi latihan, daya tahan dan keberanian menantang batas kemampuan diri.***











