TANGSEL, Radarjakarta.id – Gelaran Tangsel Fun Walk & Run Festival 2026 yang semula diharapkan menjadi ajang olahraga dan hiburan masyarakat justru menuai kontroversi. Ribuan peserta meluapkan kekecewaan setelah medali finisher tak kunjung diterima, pembagian doorprize dinilai tidak transparan, hingga pelayanan penyelenggara atau event organizer (EO) menjadi sorotan. Polemik tersebut viral di media sosial dan memicu respons cepat dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan meminta pihak EO bertanggung jawab penuh atas berbagai keluhan peserta. Pemerintah Kota menegaskan seluruh hak peserta, mulai dari medali hingga hadiah yang telah dijanjikan, harus dipenuhi sesuai komitmen penyelenggara. Pemkot juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang pada kegiatan berikutnya.
Kekecewaan peserta terus bermunculan di berbagai platform digital. Banyak pelari mengaku telah menyelesaikan lomba sesuai ketentuan, namun medali finisher yang dijanjikan belum juga diterima hingga beberapa hari setelah acara. Selain itu, proses pengundian doorprize disebut tidak jelas sehingga memunculkan dugaan kurangnya transparansi dalam pelaksanaan festival tersebut.
Menyikapi polemik yang berkembang, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengambil langkah tegas dengan memasukkan penyelenggara Fun Walk & Run Festival 2026 ke dalam daftar hitam (blacklist). Keputusan itu diambil sebagai bentuk evaluasi terhadap profesionalisme penyelenggara sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan event publik di masa mendatang.
Pemerintah Kota menegaskan bahwa kegiatan olahraga masyarakat harus mengedepankan akuntabilitas, pelayanan yang baik, dan perlindungan terhadap hak peserta. Seluruh penyelenggara yang bekerja sama dengan pemerintah ke depan diwajibkan memenuhi standar operasional serta komitmen yang telah disepakati agar tidak merugikan masyarakat.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi penyelenggaraan event olahraga massal di Indonesia. Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan lari yang terus meningkat harus diimbangi dengan manajemen acara yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab sehingga kepercayaan publik tetap terjaga.***











