MADURA, Radarjakarta.id – Sedikitnya lima orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden kebakaran yang melanda KM Mutiara Sentosa II di perairan Laut Jawa, dekat wilayah Madura, Minggu. Peristiwa tersebut memicu operasi penyelamatan besar-besaran yang melibatkan Basarnas, TNI AL, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kebakaran dilaporkan terjadi saat kapal tengah berlayar membawa penumpang. Api diduga pertama kali muncul dari salah satu bagian kapal sebelum dengan cepat membesar dan menyelimuti dek. Dalam situasi darurat, awak kapal sempat menghubungi pihak terkait untuk meminta bantuan. Bahkan, salah seorang awak dikabarkan sempat menelepon keluarganya dan meminta maaf karena khawatir tidak dapat menyelamatkan diri.
Kementerian Perhubungan memastikan proses evakuasi menjadi prioritas utama. Sebanyak sembilan kapal dikerahkan untuk membantu penyelamatan penumpang dan awak kapal yang melompat ke laut demi menghindari kobaran api. Tim SAR gabungan juga melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan, termasuk nakhoda kapal yang sempat dilaporkan hilang kontak saat proses evakuasi berlangsung.
Basarnas mengungkapkan, pada tahap awal operasi masih terdapat puluhan penumpang yang diduga terjebak di atas kapal akibat kepulan asap tebal dan cepatnya penyebaran api. Berkat kerja sama berbagai unsur penyelamat, sebagian besar penumpang berhasil dievakuasi ke kapal-kapal penyelamat dan selanjutnya dibawa ke daratan untuk mendapatkan penanganan medis.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menegaskan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses investigasi. Tim investigator akan memeriksa kondisi kapal, sistem keselamatan pelayaran, serta kemungkinan adanya gangguan teknis yang memicu kebakaran. Pemerintah juga memastikan seluruh korban akan mendapatkan penanganan sesuai prosedur, sementara keluarga korban terus menerima perkembangan informasi dari petugas.
Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan laut paling serius tahun ini dan kembali menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan pelayaran secara ketat. Pemerintah menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan kapal penumpang guna mencegah kejadian serupa terulang.***











