Pela Mampang Andalkan Teba Modern dan Biopori Jumbo Tekan Volume Sampah

Pela Mampang Andalkan Teba Modern dan Biopori Jumbo Tekan Volume Sampah
Pela Mampang Andalkan Teba Modern dan Biopori Jumbo Tekan Volume Sampah
banner 468x60

JAKARTA, RadarJakarta.id – Upaya mengurangi volume sampah terus dilakukan Pemerintah Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan. Salah satunya dengan menyediakan satu unit Teba Modern dan 14 lubang biopori jumbo sebagai sarana pengolahan sampah organik langsung dari sumbernya.

Lurah Pela Mampang, Teuku Aji, mengatakan fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengelola sampah rumah tangga sehingga mampu mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurutnya, keberadaan Teba Modern dan lubang biopori juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

“Ini merupakan salah satu langkah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Sampah yang biasanya langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir kini dapat dipilah terlebih dahulu mulai dari rumah masing-masing,” ujar Teuku.

Ia menjelaskan, lubang biopori diperuntukkan bagi sampah organik, seperti sisa makanan, kulit buah, daun, dan sampah basah lainnya yang dapat terurai secara alami menjadi kompos.

Sementara itu, sampah yang masih memiliki nilai ekonomis akan dipilah untuk didaur ulang melalui Bank Sampah yang telah aktif di setiap RW, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup.

“Sedangkan sampah yang dapat didaur ulang akan dipilah dan nantinya diambil oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup. Bank Sampah di setiap RW juga sudah aktif beroperasi,” katanya.

Dalam mendukung program tersebut, kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Pela Mampang terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat sesuai Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Kader PKK Kelurahan Pela Mampang, Nunung, mengatakan pihaknya secara rutin memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.

“Kami terus menyosialisasikan kepada warga agar melakukan pemilahan sampah. Selain itu, kami juga mengunjungi sejumlah RW untuk memberikan edukasi mengenai pembuatan eco-enzyme,” ujarnya.

Menurut Nunung, eco-enzyme memiliki banyak manfaat, salah satunya membantu mengurai sisa makanan sekaligus mengurangi bau tidak sedap yang ditimbulkan dari sampah organik.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kelurahan Pela Mampang berharap kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah semakin meningkat sehingga volume sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang dapat terus ditekan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.