Momen Tegang Warnai Munas-Konbes NU di Kediri, Penetapan Lokasi Muktamar Sempat Picu Kericuhan

Momen Tegang Warnai Munas-Konbes NU di Kediri, Penetapan Lokasi Muktamar Sempat Picu Kericuhan
Momen Tegang Warnai Munas-Konbes NU di Kediri, Penetapan Lokasi Muktamar Sempat Picu Kericuhan
banner 468x60

KEDIRI, RadarJakarta.id – Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, pada 19-22 Juni 2026, sempat diwarnai ketegangan dalam sidang Komisi Organisasi terkait pembahasan lokasi Muktamar NU mendatang.

Sejumlah potongan video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana memanas di ruang sidang. Namun, berdasarkan rekaman video utuh yang beredar di kalangan peserta, dinamika tersebut bermula saat pembahasan hasil sidang komisi mengenai usulan lokasi Muktamar NU.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam sidang tersebut, Prof. Dr. KH. Asrorun Ni’am menyampaikan hasil pembahasan komisi, termasuk lima daerah yang diusulkan sebagai calon tuan rumah muktamar, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, dan Jawa Timur yang mengusulkan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Situasi berubah ketika pimpinan sidang kembali dipimpin KH Akhmad Asrori. Dalam forum tersebut, disebutkan bahwa Pondok Pesantren Lirboyo ditetapkan sebagai lokasi Muktamar NU berikutnya tanpa melalui persetujuan bersama pimpinan sidang maupun forum peserta.

Keputusan tersebut memicu reaksi dari sejumlah pimpinan sidang dan peserta. KH Muhammad Nuh terlihat menyampaikan keberatan atas keputusan yang dinilai diambil secara sepihak. Suasana sidang pun memanas dengan munculnya penolakan dari peserta yang hadir.

Di tengah kondisi yang mulai tidak kondusif, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar kemudian naik ke podium dan mengambil alih situasi. Melalui penjelasannya, Kiai Miftach menegaskan bahwa penentuan lokasi Muktamar NU belum diputuskan dan akan dikembalikan kepada PBNU untuk dilakukan kajian lebih lanjut terhadap kesiapan masing-masing daerah yang diusulkan.

Keputusan tersebut akhirnya mampu meredakan ketegangan dan membuat suasana sidang kembali kondusif.

Peristiwa ini menjadi perhatian kalangan Nahdliyin karena munculnya pertanyaan terkait mekanisme pengambilan keputusan dalam forum organisasi. Sejumlah peserta menilai penetapan lokasi muktamar seharusnya dilakukan melalui mekanisme musyawarah dan kesepakatan bersama sesuai tata tertib persidangan.

Hingga Munas dan Konbes NU berakhir, keputusan final mengenai lokasi Muktamar NU mendatang masih menunggu pembahasan dan penetapan lebih lanjut oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.