DEPOK, Radarjakarta.id – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga iklim demokrasi yang sehat, beradab, dan konstruktif di tengah berbagai dinamika penyampaian aspirasi publik yang berkembang belakangan ini.
Wakil Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Kota Depok, Muhammad Fadil Haq, menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional yang harus dihormati dalam negara demokrasi. Namun, menurutnya, penyampaian kritik kepada pemerintah perlu tetap mengedepankan etika, adab, serta nilai-nilai intelektualitas.
“Saya menghormati kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi. Namun, saya mengutuk segala bentuk penghinaan terhadap kepala negara maupun simbol-simbol negara. Kritik adalah bagian dari demokrasi, tetapi penghinaan bukanlah tradisi intelektual yang mencerminkan karakter mahasiswa Indonesia,” ujar Fadil kepada wartawan.
Fadil menilai mahasiswa sebagai kelompok intelektual memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan gagasan, solusi, dan rekomendasi kebijakan yang konstruktif. Peran tersebut dinilai penting dalam mengawal berbagai program pemerintah agar berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.
“Mahasiswa seharusnya menjadi mitra kritis pemerintah dengan menawarkan solusi terhadap persoalan tata kelola program, pengawasan anggaran, maupun implementasi kebijakan. Bukan sekadar melontarkan narasi yang bersifat personal dan menghina kepala negara yang saat ini tengah menjalankan amanat rakyat serta memperjuangkan kepentingan dan kedaulatan Indonesia di tengah berbagai tantangan global,” katanya.
Lebih lanjut, Fadil mengajak masyarakat untuk menyikapi berbagai aksi mahasiswa secara objektif dengan mengedepankan nalar kritis dan semangat membangun bangsa. Menurutnya, setiap tuntutan yang disampaikan dalam ruang demokrasi harus didukung argumentasi yang kuat, data yang valid, serta menawarkan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami mengingatkan agar gerakan mahasiswa tetap berorientasi pada kepentingan publik dan tidak terjebak pada mobilisasi emosional maupun kepentingan politik tertentu. Aspirasi mahasiswa memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi, sehingga harus diarahkan untuk memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Fadil mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kualitas demokrasi Indonesia, termasuk di Kota Depok, agar tetap berjalan dalam koridor hukum, etika, dan semangat persatuan. Menurutnya, perbedaan pandangan harus menjadi energi positif untuk memperkuat pembangunan nasional dan mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur.
“Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang mampu menghadirkan ruang dialog, kritik yang membangun, serta solusi bagi kepentingan rakyat. Mari kita jaga bersama agar perbedaan pendapat menjadi kekuatan untuk memajukan Indonesia,” pungkasnya.|Aji*











