BANDAR LAMPUNG, Radarjakarta.id – Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Hotel Novotel Bandar Lampung pada kamis 11 Juni 2026, resmi menetapkan Ade Jona Prasetyo sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI periode 2026–2029. Pengusaha muda asal Sumatera Utara itu terpilih secara aklamasi setelah memperoleh dukungan mayoritas Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI dari seluruh Indonesia. Sejumlah kandidat lain memilih mengalihkan dukungan mereka kepada Ade Jona dalam sidang pleno penentuan ketua umum.
Terpilihnya Ade Jona menandai lahirnya generasi baru kepemimpinan HIPMI. Pria kelahiran 27 Juli 1992 tersebut dikenal luas sebagai pengusaha sekaligus politikus muda yang dalam beberapa tahun terakhir aktif membangun jejaring kewirausahaan nasional. Sebelum menembus panggung nasional, Ade Jona sukses memimpin HIPMI Sumatera Utara dan dinilai berhasil memperkuat konsolidasi pengusaha muda di daerah serta mendorong pertumbuhan wirausaha baru.
Di dunia bisnis, Ade Jona tercatat menduduki berbagai posisi strategis di sejumlah perusahaan, antara lain sebagai Komisaris PT Wirasena Cipta Reswara, Direktur Utama PT Sambas Wirasena Sinergi, Komisaris PT Sangga Lima Saudara, dan Komisaris Utama PT Agung Sejahtera Utama. Rekam jejak tersebut menjadi modal penting yang mengantarkannya memperoleh kepercayaan luas dari kader HIPMI di seluruh Indonesia.
Selain dikenal sebagai entrepreneur, Ade Jona juga memiliki karier politik yang menanjak. Saat ini ia menjabat sebagai Anggota DPR RI Fraksi Gerindra dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I periode 2024–2029. Ia juga dipercaya sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara dan sebelumnya menjadi Ketua Tim Kampanye Daerah Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Kombinasi pengalaman bisnis dan politik inilah yang membuat namanya dianggap mampu membawa HIPMI menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi nasional.
Dukungan terhadap Ade Jona sebenarnya telah menguat jauh sebelum Munas berlangsung. Sejumlah pengurus HIPMI daerah, tokoh pengusaha muda, hingga organisasi kewirausahaan secara terbuka menyatakan dukungan karena menilai dirinya memiliki kapasitas untuk memperbesar peran HIPMI dalam mencetak pengusaha baru, memperluas investasi, serta memperkuat UMKM dan ekonomi digital.
Kini, tantangan besar menanti Ade Jona Prasetyo. Di tengah perlambatan ekonomi global dan persaingan bisnis yang semakin ketat, kader HIPMI berharap kepemimpinan barunya mampu menjadikan organisasi tersebut sebagai motor penggerak lahirnya pengusaha muda nasional yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing internasional. Dengan usia yang masih muda dan jaringan yang luas, Ade Jona memasuki panggung nasional dengan ekspektasi besar dari dunia usaha Indonesia.***











