Sandri Rumanama: Candaan Dasco soal “Hidup Jokowi” Tak Perlu Dipolitisasi

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) dan Ketua Kornas Pemuda Timur, Sandri Rumanama. (Foto: Ist)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Pernyataan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta peserta sidang tidak meneriakkan “Hidup Jokowi” ramai diperbincangkan publik dan media sosial.

Namun, sejumlah pihak menilai ucapan tersebut merupakan candaan yang disampaikan dalam konteks menjaga etika forum dan tidak perlu ditarik ke arah konflik politik.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) dan Ketua Kornas Pemuda Timur, Sandri Rumanama menilai candaan Dasco kepada Ketua DPR RI Puan Maharani tidak memiliki muatan politis sebagaimana ditafsirkan sebagian pihak.

Menurut Sandri, ucapan tersebut justru bermakna bahwa Presiden Republik Indonesia saat ini adalah Prabowo Subianto sehingga akan menimbulkan kesan lucu dan multitafsir apabila ada pihak yang tiba-tiba meneriakkan “Hidup Jokowi” di dalam forum resmi.

“Video asal jangan teriak hidup Jokowi adalah candaan Pak Sufmi Dasco Ahmad ke Mbak Puan yang bermakna bahwa presiden saat ini Pak Prabowo, jadi lucu jika asal teriak hidup Jokowi,” kata Sandri dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

Ia menilai suasana forum saat itu juga menunjukkan bahwa pernyataan tersebut diterima sebagai candaan biasa. Hal itu terlihat dari respons para tamu dan peserta sidang yang disambut tepuk tangan.

“Bayangkan saja jika ada teriakan hidup Jokowi di ruangan itu pasti menimbulkan multitafsir politik. Suara candaan ini beriringan dengan tepuk tangan tamu dan peserta sidang, artinya secara etis wajar bertepuk tangan jangan sampai berteriak hidup Jokowi,” ujarnya.

Sandri meminta publik tidak menggiring candaan tersebut menjadi polemik politik yang justru memperkeruh hubungan antar tokoh nasional.

“Jangan dipelintir dong, apalagi membenturkan kepentingan politik Prabowo-Jokowi ataupun Ibu Mega,” katanya.

Menurut Sandri, dalam perspektif komunikasi politik, candaan antarelite justru kerap menjadi bagian dari upaya mencairkan suasana dan menjaga hubungan antarkelompok politik.

“Dalam teori komunikasi politik, hal-hal seperti ini bukan persoalan. Justru ini menjadi perekat antara kelompok kepentingan,” tegasnya.

Pernyataan Dasco sebelumnya ramai dibahas di media sosial setelah potongan video sidang beredar luas dan memunculkan berbagai tafsir politik di tengah dinamika hubungan elite nasional.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.