LONDON|Radatjakarta.id – Euforia meledak di London Utara. Arsenal akhirnya mematahkan kutukan dua dekade setelah menyingkirkan Atletico Madrid dan memastikan tiket ke final Liga Champions 2025/2026. Kemenangan tipis 1-0 di leg kedua semifinal menjadi penentu, namun sorotan tak hanya jatuh pada pencetak gol.
Nama Bukayo Saka memang terpampang di papan skor lewat gol krusial jelang turun minum. Tapi di balik momen itu, ada peran senyap yang justru disebut sebagai “penentu tak terlihat” oleh legenda Wayne Rooney: Viktor Gyokeres.
Gyokeres memang gagal mencetak gol, namun kontribusinya membuka ruang, menarik lini pertahanan, hingga terlibat dalam proses gol Saka menjadi faktor pembeda. Rooney bahkan menyebut pergerakan striker asal Swedia itu sebagai “pengacau sistem pertahanan” yang membuat Atletico kehilangan bentuk.
Pertandingan di Emirates berlangsung panas sejak awal. Antoine Griezmann dan Julian Alvarez sempat mengancam lebih dulu, namun penyelesaian akhir Atletico tak kunjung tajam. Arsenal merespons lewat tekanan bertahap hingga akhirnya memecah kebuntuan di menit akhir babak pertama.
Gol Saka lahir dari skema cepat yang melibatkan Leandro Trossard dan Gyokeres sebuah kombinasi yang mengoyak konsentrasi lini belakang tim asuhan Diego Simeone. Sejak saat itu, tempo berubah: Atletico menyerang habis-habisan, Arsenal bertahan dengan disiplin tinggi.
Di babak kedua, tekanan datang bertubi-tubi. David Raya tampil gemilang di bawah mistar, sementara lini belakang yang dikomandoi Gabriel Magalhaes mampu meredam ancaman, termasuk dari Alexander Sorloth yang masuk sebagai supersub.
Kemenangan ini memastikan agregat 2-1 untuk Arsenal sekaligus mengantar mereka ke final Liga Champions pertama sejak 2006. Di bawah arahan Mikel Arteta, transformasi The Gunners mencapai puncaknya: dari tim yang sempat terpuruk, kini kembali menjadi penantang serius di Eropa.
Final yang akan digelar di Budapest menjadi panggung pembuktian berikutnya. Arsenal tinggal menunggu lawan antara raksasa Jerman atau Prancis. Namun satu hal sudah jelas kemenangan atas Atletico bukan hanya soal gol, tapi tentang peran tersembunyi yang akhirnya menentukan sejarah.|Daffa*











