Program BiMo Berakhir, AYO BACA! Perkuat Jejak Literasi Indonesia–Prancis

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask:0; brp_del_th:0.0000,0.0000; brp_del_sen:0.0000,0.0000; motionR: 0; delta:null; bokeh:0; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (13, 2);aec_lux: 252.82712;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 41;
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Setelah menempuh perjalanan lebih dari enam bulan menyusuri berbagai kota di Pulau Jawa, program perpustakaan keliling Bibliothèque Mobile (BiMo) resmi ditutup dalam seremoni di Taman Menteng, Selasa (28/4/2026).

Penutupan ini menandai berakhirnya satu bab penting dalam upaya menumbuhkan budaya membaca di kalangan generasi muda Indonesia.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Program BiMo merupakan bagian dari inisiatif “AYO BACA!”, hasil kolaborasi antara Institut français d’Indonésie (IFI) dan Penerbit Erlangga. Inisiatif ini bertujuan memperluas akses literasi sekaligus memperkenalkan karya sastra Prancis kontemporer kepada masyarakat Indonesia, khususnya pelajar.

Peluncuran program “AYO BACA!” dilakukan pada Mei 2025 oleh Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prancis ke Indonesia. Momentum tersebut menegaskan komitmen kedua negara dalam mempererat kerja sama budaya melalui literasi dan pertukaran pengetahuan.

Sejak diluncurkan pada 23 September 2025 di Taman Bungkul, BiMo berkembang menjadi ruang belajar alternatif yang diminati pelajar. Perpustakaan bergerak ini kemudian melanjutkan perjalanannya ke sejumlah kota, seperti Yogyakarta, Surakarta, Malang, hingga Bandung, sebelum menutup tur di Jakarta.

Di setiap kota persinggahan, BiMo menghadirkan beragam kegiatan edukatif yang dikemas secara interaktif. Mulai dari lokakarya membaca, permainan bahasa Prancis, hingga pertunjukan seni yang melibatkan siswa secara langsung. Program ini tidak hanya memperkenalkan buku sebagai sumber pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana eksplorasi kreativitas dan imajinasi.

Direktur IFI, Jules Irrmann, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BiMo membawa misi sederhana namun berdampak besar, yakni menumbuhkan kecintaan membaca sejak dini.

“Melalui buku, kita bisa berpetualang, berimajinasi, dan membangun mimpi. Membaca bukan hanya soal belajar, tetapi juga tentang memahami dunia dan membentuk masa depan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung peringatan Hari Buku Sedunia yang diprakarsai UNESCO sebagai pengingat global akan pentingnya budaya membaca dan distribusi pengetahuan.

Sementara itu, perwakilan Penerbit Erlangga, Dwi Wahyu, menegaskan bahwa BiMo merupakan bentuk nyata dukungan terhadap gerakan literasi nasional. Menurutnya, perpustakaan keliling ini menjadi cara efektif menjangkau pelajar secara langsung sekaligus menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan.

“BiMo bukan sekadar membawa buku, tetapi juga membawa semangat baru dalam membangun budaya literasi. Kami berharap anak-anak semakin gemar membaca dan memiliki wawasan yang lebih luas,” katanya.

Acara penutupan berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan siswa dan tamu undangan. Selain pemutaran video perjalanan BiMo, pengunjung juga diajak berpartisipasi dalam aktivitas literasi yang diselenggarakan IFI. Salah satu yang menarik perhatian adalah “Wall of Impact”, ruang interaktif untuk menampung kesan, pesan, serta pengalaman peserta selama mengikuti program.

Suasana semakin semarak dengan penampilan seni dari para pelajar yang turut menjadi bagian dari perjalanan BiMo. Penampilan tersebut menjadi simbol keberhasilan program dalam menggabungkan literasi dengan ekspresi kreatif.

Meski perjalanan BiMo telah berakhir, kolaborasi budaya antara Indonesia dan Prancis di bidang literasi dipastikan terus berlanjut. Pada 2026, Indonesia dijadwalkan berpartisipasi dalam penghargaan sastra berbahasa Prancis Choix Goncourt, menjadikannya negara ke-51 yang terlibat dalam ajang internasional tersebut.

Partisipasi ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap sastra dunia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan literasi global.

Penutupan BiMo menjadi bukti bahwa upaya menumbuhkan budaya membaca membutuhkan kolaborasi lintas negara, institusi, dan masyarakat. Lebih dari sekadar program, BiMo meninggalkan jejak inspirasi bahwa buku tetap menjadi jendela dunia membuka peluang, memperkaya perspektif, dan membentuk masa depan generasi muda.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.