JAKARTA, Radarjakarta.id – Koordinator Nasional Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama angkat bicara terkait situasi keamanan yang sempat memanas di Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Sandri menegaskan bahwa konflik yang terjadi murni masalah sosial dan bukan merupakan konflik SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan)
“Saya minta seluruh masyarakat, khususnya di Halmahera Tengah untuk tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang beredar di media sosial. Saya tegaskan, ini bukan konflik SARA. Jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang merugikan torang semua,” ujar Sandri dalam keterangannya, Seni (6/4/2026).
Sandri mengajak masyarakat untuk kembali merajut tali persaudaraan dan tidak terpecah belah.
Ia mengingatkan bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan, namun persatuan harus tetap dijaga.
“Damai itu indah, perbedaan itu keniscayaan. Ingat, dari ujung Halmahera sampai tenggara jauh, torang semua basudara,” tambahnya.
Terkait penanganan situasi, Sandri meminta agar masyarakat mempercayakan sepenuhnya kepada pihak aparat keamanan.
Ia mengimbau warga untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri yang justru dapat memperkeruh situasi.
“Percayakan par aparat yang bekerja saja. Biarkan pihak kepolisian dan TNI bekerja maksimal memulihkan situasi. Mari kita jaga kedamaian di Halmahera Tengah,” pungkasnya











