JAKARTA, Radarjakarta.id – Ratusan umat Katolik memadati Kapel Santa Maria Ratu Sorga di Komplek Kodam Jaya, Kalideres, Jakarta Barat, pada Sabtu (4/4/2026) malam untuk mengikuti Misa Vigili Paskah. Perayaan yang berlangsung khidmat ini menjadi momen sakral dalam menyambut kebangkitan Kristus, sekaligus mempererat nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat.
Misa yang dimulai pukul 18.00 WIB tersebut dipimpin oleh Romo Ronni Dahua, MSC. Sejak awal perayaan, suasana hening dan penuh permenungan terasa kuat, terutama saat ritus cahaya ditandai dengan penyalaan Lilin Paskah sebagai simbol Kristus Sang Terang.
Dari satu nyala lilin, cahaya kemudian dibagikan ke seluruh jemaat. Dalam sekejap, kapel yang semula gelap berubah menjadi terang, menghadirkan suasana hangat yang sarat makna spiritual. Umat larut dalam doa dan puji-pujian, merenungkan perjalanan iman dari kegelapan menuju terang kehidupan.
Puncak permenungan terjadi saat pembaruan janji baptisan. Dengan lilin di tangan, umat menerima percikan air suci sebagai simbol pembaruan hidup meninggalkan yang lama dan bangkit sebagai pribadi baru dalam iman. Momen ini berlangsung dalam keheningan yang mendalam, namun penuh makna batin.
Selain kekhidmatan ibadah, pelaksanaan Misa Vigili Paskah juga berlangsung aman dan tertib. Pengamanan dilakukan oleh personel gabungan TNI, Polri, serta dukungan warga sekitar, mencerminkan sinergi yang kuat dalam menjaga kerukunan dan kenyamanan beribadah.
Ketua Pengurus Kapel, Sertu Slamet Ristanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian Tri Hari Suci. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara panitia, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci terciptanya suasana yang kondusif.
“Perayaan ini bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang kebersamaan dan kepedulian. Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak sehingga kegiatan dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan penuh kekhidmatan,” ujarnya.
Vigili Paskah di Komplek Kodam Kalideres malam itu tak sekadar menjadi ritual keagamaan, tetapi juga pesan universal tentang harapan, kebangkitan, dan cahaya yang selalu hadir di tengah kegelapan sebuah nilai yang relevan bagian seluruh lapisan masyarakat.|Pranowo*











