Musrenbang Jakarta Timur 2026 Bahas 2.888 Usulan Warga, Infrastruktur, Pendidikan dan Ekonomi Jadi Prioritas

Musrenbang Jakarta Timur 2026 Bahas 2.888 Usulan Warga, Infrastruktur, Pendidikan dan Ekonomi Jadi Prioritas
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin memimpin Musrenbang tingkat kota yang membahas ribuan usulan pembangunan masyarakat di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (2/4/2026).
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur kembali menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota tahun 2026 sebagai forum strategis untuk menampung aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan arah pembangunan wilayah ke depan.

Dalam forum perencanaan ini, ribuan usulan dari warga dibahas guna menentukan program prioritas pembangunan Jakarta Timur.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kegiatan Musrenbang tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, dan berlangsung di Ruang Pola Sri Gunting, Lantai 2 Blok A Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (2/4/2026).

Acara ini juga diikuti berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jajaran pemerintah kota, perwakilan masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan yang turut memberikan masukan terkait kebutuhan pembangunan di wilayah Jakarta Timur.

Pembukaan Musrenbang dilakukan secara daring oleh Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, dari Ruang Pola Benyamin Sueb, Graha Ali Sadikin, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya Musrenbang sebagai instrumen perencanaan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Dalam forum Musrenbang Jakarta Timur tahun ini tercatat sebanyak 2.888 usulan pembangunan yang disampaikan masyarakat dari berbagai kelurahan dan kecamatan.

Dari jumlah tersebut, 433 usulan telah diakomodasi dalam APBD Tahun Berjalan, sementara 1.876 usulan akan dimasukkan dalam Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027.

Adapun 579 usulan lainnya masih belum dapat diakomodasi pada tahap ini dan akan dikaji lebih lanjut sesuai skala prioritas serta ketersediaan anggaran.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menegaskan bahwa wilayah Jakarta Timur memiliki posisi strategis dengan potensi pembangunan yang besar.

“Oleh karena itu, proses perencanaan pembangunan harus dilakukan secara matang, terarah, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga,” sebutnya.

Menurutnya, Musrenbang menjadi sarana penting untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung, baik terkait pembangunan infrastruktur lingkungan, peningkatan kualitas layanan publik, hingga penguatan sektor ekonomi masyarakat.

“Beberapa program prioritas yang menjadi perhatian antara lain pelaksanaan bazar di tingkat kota dan kecamatan, program Jumat Beli Lokal (JBL) untuk mendukung produk UMKM, rehabilitasi gedung sekolah, serta berbagai pelatihan keterampilan seperti kuliner, minuman, pembuatan kue, hingga tata rias.

Selain itu, juga akan digelar job fair dua kali dalam setahun serta program penumbuhan wirausaha industri baru,” ujar Munjirin.

Selain sektor ekonomi, pembangunan di bidang pendidikan juga menjadi fokus perhatian dalam Musrenbang tahun ini. Sejumlah usulan pembangunan fasilitas pendidikan muncul dari berbagai kecamatan, termasuk rencana pembangunan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kelurahan Pondok Ranggon, Ujung Menteng, dan Pondok Kopi.

Tak hanya itu, usulan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga diajukan untuk wilayah Kelurahan Pulo Gebang dan Ujung Menteng.

Sementara untuk tingkat pendidikan menengah pertama, diusulkan pembangunan SMP Negeri di Kelurahan Setu, Cawang, dan Rawa Terate guna meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kepala Suku Badan Perencanaan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Timur, Tulus Ludiyo Setiawan, menjelaskan bahwa rangkaian Musrenbang belum berhenti pada forum utama ini. Tahapan selanjutnya adalah sidang kelompok yang akan dilaksanakan mulai pekan depan.

Dalam sidang tersebut, para peserta akan dibagi ke dalam beberapa kelompok pembahasan sesuai bidang masing-masing, seperti lingkungan hidup, pemerintahan, ekonomi, serta kesejahteraan rakyat.

Melalui mekanisme ini, setiap usulan akan dibahas lebih mendalam untuk menentukan skala prioritas pembangunan yang paling mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pembahasan dilakukan secara lebih rinci dan komprehensif agar perencanaan pembangunan benar-benar tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi warga Jakarta Timur,” jelas Tulus.

Ia berharap melalui seluruh tahapan Musrenbang ini, berbagai aspirasi masyarakat dapat diakomodasi secara bertahap dalam program pembangunan daerah.

“Dengan perencanaan yang terarah dan partisipatif, pembangunan Jakarta Timur diharapkan dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tandasnya. | Gufffe*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.