DEPOK, Radarjakarta.id – Upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan kembali dilakukan melalui aksi nyata di lingkungan kampus.
Pada Minggu (29/3/2026), Danau Kenanga di kawasan Universitas Indonesia (UI), Depok, menjadi lokasi kegiatan pembersihan hama ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) sekaligus penebaran ikan produktif.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Pangdam Jaya/Jayakarta, Letjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si, dan diikuti sekitar 100 peserta dari unsur TNI, pemerintah daerah, serta civitas akademika Universitas Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Danrem 051/Wijayakarta Brigjen TNI Nugroho Imam Santoso, Irdam Jaya Brigjen Arie Tri Hedianto, Aster Kasdam Jaya Kolonel Inf Horas Sitinjak, serta Kasdim 0508/Depok Letkol Inf Rendra Satrio Wibowo. Hadir pula perwakilan dari UI dan Pemerintah Kota Depok, termasuk Direktur DKK UI Rezi Radhi serta Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok, Nur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama, dilanjutkan dengan penggunaan rompi pelampung sebagai standar keselamatan.
Selanjutnya, tim gabungan melakukan penjaringan ikan sapu-sapu menggunakan perahu karet jenis LCR (Landing Craft Rubber Boat), menyusuri area Danau Kenanga.
Pangdam Jaya bersama Danrem 051/Wijayakarta tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB dan langsung meninjau hasil tangkapan ikan sapu-sapu. Keduanya kemudian turut serta dalam proses penjaringan ikan di danau, sebelum mengakhiri kegiatan dalam kondisi aman dan tertib pada pukul 13.00 WIB.
Pada kesempatan tersebut, Kasdim 0508/Depok Letkol Inf Rendra Satrio Wibowo menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem perairan di Kota Depok.
Ia menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang dapat merusak keseimbangan ekosistem dan mengancam keberadaan ikan lokal. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret untuk mengendalikan populasinya.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya melakukan pembersihan hama, tetapi juga melakukan rehabilitasi dengan penebaran ikan produktif yang memiliki nilai ekonomis dan ekologis,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan pihak Universitas Indonesia dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan mampu mengurangi populasi ikan sapu-sapu, memulihkan kondisi perairan Danau Kenanga agar lebih sehat dan stabil, serta memberikan edukasi kepada masyarakat dan civitas akademika mengenai pentingnya menjaga ekosistem danau.











